Kamis, 4 Juni 2026

Tarif Ekspor dari Pelabuhan di Kepri 2 Kali Lipat Lebih Mahal

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Kepulauan Riau secara geografis berada di perbatasan dengan negara tetangga. Secara teori, mestinya ekspor melalui pelabuhan di Kepri, akan lebih murah. Faktanya, justru lebih mahal dua kali lipat!

“Kepri butuh pelabuhan hub internasional. Supaya ekspor melalui Kepri bisa lebih murah atau sama seperti pelabuhan di Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan dan Lampung,” ungkap Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI), Ady Indra Pawennari, kepada suarasiber.com, Minggu (23/6/2019).

Pria peraih anugerah Pahlawan Inovasi Teknologi Tahun 2015 ini, tak asal cuap. Sebagai eksportir sabut kelapa dan produk turunannya, dia punya pengalaman pribadi untuk itu.


“Saya punya pengalaman melakukan ekspor dari Batam ke China, lebih mahal dua kali lipat. Dibandingkan ekspor melalui pelabuhan lainnya. Anda bisa bandingkan, saya ekspor melalui Batam ke China kena biaya USD 1.500 per kontainer,” bebernya.

Sementara ekspor melalui pelabuhan lainnya, dari pelabuhan Tanjungpriok di Jakarta, Tanjungperak di Surabaya, Tanjungmas di Semarang, Panjang di Lampung dan Belawan di Medan, biayanya hanya di kisaran USD 650 – USD 800 per kontainer.

“Imbasnya, ratusan industri kecil dan menengah (IKM) di Kepri dan sekitarnya yang menggantungkan hidupnya dari pasar ekspor mati pelan-pelan. Ya, tak bisa bersaing dengan IKM di Jawa, Lampung dan Medan. Mereka lebih dekat ke pelabuhan hub internasional,” katanya.

Idealnya, kata Ady, Kepri di tahun 2019 ini bisa mendapatkan pembangunan pelabuhan hub internasional dari pemerintah pusat. Karena, Kepri berada di wilayah perbatasan, yang berarti memiliki potensi dan nilai strategis secara ekonomi, pertahanan dan keamanan.

Di tahun 2018, ada 227 proyek kategori strategis nasional atau disebut Proyek Strategis Nasional (PSN) di seluruh Indonesia yang digelontorkan oleh Presiden Jokowi.

Namun, Kepri hanya dapat 1 proyek, yakni bendungan Seigong di Batam. Kondisi ini menampilkan fakta, Kepri perlu pemimpin yang punya kemampuan manajerial hebat, dan bervisi jauh ke depan. Sekaligus, kuat dalam bargaining.

Kerisauan Ady tentang perlunya Kepri memiliki pelabuhan hub internasional ini, bukan baru sekarang dia sampaikan. Tapi, sudah disuarakannya melalui berbagai forum diskusi bersama pemangku kepentingan di level nasional sejak 10 tahun lalu.

“Yang membuat ongkos logistik kita mahal karena kapal dari Kepri dan sekitarnya harus alih muatan di Singapura. Karena itu, sudah saatnya Kepri memiliki pelabuhan hub internasional,” katanya. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Banyak Orang Masuk Sauna untuk Berkeringat, Teknologi Ini Diklaim Beri Manfaat Lebih dari Sekadar Relaksasi

Pengelola dan tim Biohacking Sauna Zetta Wellness berfoto di depan lokasi layanan sauna kesehatan berbasis teknologi di Kompleks Pertokoan Bintan Centre, Tanjungpinang, Selasa (2/6/2026). Foto - Suarasiber.com/sya.

Pot Bunga dan Bak Mandi Semen Tanjungpinang Makin Diburu, Berawal dari Belajar YouTube Kini Jadi Sumber Penghasilan

Pot bunga hias minimalis menghiasi pekarangan rumah modern, memberikan sentuhan estetika sekaligus mempercantik lanskap hunian,Selasa(2/6/2026). Foto - Istimewa

Tak Hanya Duta Bahasa Kepri, Mahasiswa UMRAH Andi Ampa Djaya Raih Juara Film Pendek Internasional

Andi Ampa Djaya, mahasiswa FKIP UMRAH, menunjukkan trofi dan sertifikat Juara I lomba berbalas pantun tingkat nasional di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, 2026. Foto - KJK Kepri

Komunitas Jurnalis Kepri Sembelih 1 Sapi dan 1 Kambing pada Idul Adha 2026, Perkuat Solidaritas dan Semangat Berbagi

Pengurus Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), Novianto, menunjukkan sapi kurban yang akan disembelih pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (6/6/2026). Foto - KJK Kepri