TANJUNGPINANG (suarasiber) – Hujan deras yang mengguyur Kota Tanjungpinang, Senin (28/1/2019) 06.00 hingga sekitar pukul 07.00 membuat arus lalu lintas terhambat. Bertepatan dengan jam keberangkatan anak sekolah, dan berangkat kerja.
Menghadapi genangan air di jalan, ribuan kendaraan berjalan pelan, dan melambat. Sekaligus, membuat kemacetan panjang di sejumlah titik hingga berita ini ditulis sekitar pukul 08.00.
Kemacetan mulai terlihat di sekitar lampu merah batu 6, simpang Pamedan, simpang Perla, bundaran Pramuka dan sejumlah jalan kecil yang berhubungan dengan persimpangan tersebut.
“Biasa antar anak dari batu 9 ke SMAN 1 cuma perlu 15-an menit. Sekarang sampai 1 jam lebih. Terlambat,” kata April warga batu 9 kepada suarasiber.com.
Dalam pengamatan langsung di simpang Pamedan, nyaris seluruhnya macet dari segala arah. Dari arah Jalan Pemuda kendaraan sudah bergerak pelan dari sekitar depan SMAN 4.
Dari arah Jalan Raja Ali Haji ke arah simpang Pamedan sudah macet sejak di depan MAN Tanjungpinang. Kemudian ke arah simpang Batu 6, sudah macet sejak di Simpang Pamedan.
Baca Juga :
Sejak Ada Lampu Merah Albaik, Warga Menjaga Mulutnya Lebih Baik
Srikandi Sahabat Nuryanto Hadir di Tengah Masyarakat Batam
Jalan Kecil di Tanjungpinang Ini Pernah Jadi Pusat Perdagangan Dunia
Video Penyelamatan 3 Nelayan yang Bertahap Hidup dari Penutup Kotak Ikan
Begitu juga dari arah sebaliknya dari Simpang Pamedan ke Simpang Sutami – Perla.
“Tadi pagi macet sudah mulai sejak di sekitar tempat anak tenggelam kemarin,” ucap Herman.
Hingga sekitar pukul 08.10 arus kendaraan bergerak pelan, nyaris seperti beringsut di sekitar persimpangan-persimpangan tersebut.
Puluhan anggota Satlantas, dan kepolisian terlihat di setiap persimpangan. Untuk mengatur arus kendaraan tetap bergerak meski pelan.
“Baru kali ini macet begini. Tanjungpinang makin padat. Baru kali ini jumpa seperti begini. Kalau tak ada polisi di jalan tak tahulah bagaimana jadinya,” sebut Rudi, warga sekitar Jalan Pemuda.





