Platform wisata dan budaya pulaupenyengat.id kembali membuktikan perannya sebagai penghubung wisata edukasi internasional dengan menghadirkan puluhan pelajar dari Singapura untuk belajar langsung sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Melayu di Pulau Penyengat.
Melalui kerja sama berkelanjutan dengan Nusantara Connect Singapore, pulaupenyengat.id tidak hanya memfasilitasi kunjungan wisata biasa, tetapi menghadirkan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan autentik. Selama lima hari empat malam, para pelajar Singapura tinggal bersama masyarakat Pulau Penyengat dan mengikuti berbagai kegiatan edukatif berbasis budaya serta lingkungan.
Pendiri pulaupenyengat.id, Raja Farul, mengatakan program ini telah berlangsung untuk keenam kalinya, menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan mitra internasional terhadap kemampuan PulauPenyengat.id dalam mengelola program wisata edukasi berbasis masyarakat.
“Para pelajar tidak hanya mempelajari sejarah Melayu dari buku atau ruang kelas, tetapi langsung merasakan kehidupan masyarakat Pulau Penyengat. Mereka belajar tentang adab, tata krama, tradisi Melayu, hingga mengenal budaya gotong royong yang masih terjaga hingga saat ini,” kata Raja Farul, Minggu (7/6).
pulaupenyengat.id Hadirkan Pengalaman Belajar yang Praktis dan Autentik
Sebagai platform yang fokus pada promosi dan pelestarian warisan budaya Pulau Penyengat, pulaupenyengat.id mempermudah berbagai institusi pendidikan, komunitas, maupun wisatawan dalam mengakses program wisata edukasi yang terstruktur dan berbasis pengalaman langsung.
Melalui jaringan masyarakat lokal yang telah dibangun selama bertahun-tahun, peserta program dapat mengikuti berbagai aktivitas mulai dari mengenal sejarah Kesultanan Riau-Lingga, mempelajari adat dan tradisi Melayu, hingga terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan seperti penanaman mangrove.
Kemudahan inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa program bersama Nusantara Connect Singapore terus berlanjut dari tahun ke tahun.
Belajar Riset dan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Selain mempelajari budaya Melayu, para pelajar Singapura juga diajak melakukan riset lapangan mengenai pengembangan pariwisata berbasis masyarakat atau community-based tourism.
Melalui kegiatan tersebut, mereka mempelajari bagaimana masyarakat lokal dapat berperan sebagai penggerak utama sektor pariwisata sekaligus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan secara berkelanjutan.
Pendekatan ini menjadi nilai tambah yang ditawarkan pulaupenyengat.id karena peserta tidak hanya memperoleh pengalaman wisata, tetapi juga pemahaman akademis yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang studi.
Perkuat Posisi Pulau Penyengat Sebagai Destinasi Wisata Edukasi
Keberhasilan penyelenggaraan program selama enam kali berturut-turut menunjukkan bahwa Pulau Penyengat semakin dikenal sebagai destinasi wisata edukasi unggulan di kawasan regional.
pulaupenyengat.id berperan penting dalam menghubungkan potensi sejarah, budaya, dan masyarakat lokal dengan kebutuhan institusi pendidikan internasional yang mencari pengalaman belajar berbasis budaya yang autentik.
Menurut Raja Farul, kerja sama tersebut sekaligus memperkuat posisi Kota Tanjungpinang dan Pulau Penyengat sebagai pusat pembelajaran sejarah peradaban Melayu yang mampu menarik minat generasi muda dari berbagai negara.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang sehingga semakin banyak generasi muda yang dapat mengenal budaya Melayu secara langsung dan mempererat hubungan budaya antarnegara,” ujarnya.
Sebagai platform dan komunitas yang diinisiasi masyarakat, pulaupenyengat.id terus berkomitmen mempromosikan potensi wisata, sejarah, dan budaya Pulau Penyengat melalui berbagai program edukasi, pertukaran budaya, hingga wisata berbasis masyarakat yang mudah diakses oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. (***)
Editor Yusfreyendi





