Sabtu, 29 November 2025

YouTube Tuai Kritik Setelah Hapus Video Teknologi, Komunitas IT Soroti Moderasi Otomatis Berbasis AI

Tayang:


Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Platform YouTube kembali menjadi sorotan publik setelah menghapus sejumlah video bertema teknologi yang dinilai “berbahaya”, meskipun kontennya tidak mengandung unsur ilegal ataupun membahayakan pengguna.

Kasus terbaru menimpa kanal CyberCPU Tech, milik teknisi komputer bernama Rich, yang kini ramai diperbincangkan di komunitas teknologi global. Dikutip dari TechSpot, Selasa (4/11/2025), Rich dikenal luas berkat video edukatifnya tentang perakitan komputer, pemecahan masalah PC, dan retro gaming.

Masalah muncul ketika YouTube menghapus video Rich yang menjelaskan cara menginstal dan menggunakan Windows 11 dengan akun lokal. Padahal, jenis tutorial serupa banyak ditemukan di kanal teknologi lainnya.


Rich menduga langkah itu terjadi karena kesalahan sistem moderasi otomatis berbasis AI yang digunakan YouTube. Namun kekhawatirannya meningkat setelah video lain yang membahas cara melewati batasan hardware Windows 11 di perangkat lama juga dihapus oleh platform tersebut.

Saat mengajukan banding, YouTube memberikan alasan yang dinilai tidak masuk akal, yakni bahwa video itu melanggar kebijakan karena menampilkan “konten berbahaya atau berisiko yang dapat menyebabkan cedera atau kematian.”
Penjelasan tersebut menimbulkan kebingungan di kalangan penonton, sebab konten Rich hanya membahas aspek teknis perangkat lunak, bukan hal yang membahayakan secara fisik.

Rich sempat berspekulasi bahwa Microsoft mungkin terlibat secara tidak langsung, mengingat perusahaan itu kini semakin membatasi penggunaan akun lokal dan instalasi Windows di perangkat tidak resmi. Namun, dugaan tersebut dianggap lemah karena Microsoft sudah tidak terlalu menitikberatkan pada divisi Windows dan bahkan cenderung membiarkan penggunaan alat aktivasi pihak ketiga.

Kasus ini menambah panjang daftar kritik terhadap kebijakan sensor dan moderasi konten YouTube yang kerap dianggap tidak transparan. Banyak pihak menilai platform tersebut terlalu mengandalkan sistem otomatis tanpa verifikasi manusia yang memadai.

“YouTube sering berdalih ingin melindungi pengguna dari potensi bahaya, tapi logika di balik penghapusan konten seperti ini semakin sulit dipahami,” tulis salah satu komentar di forum teknologi. (***)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Presiden Prabowo Resmikan Airbus A400M/MRTT Alpha 4001 untuk Perkuat Alutsista Udara Indonesia

Suarasiber.com (Jakarta) – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan...

Menteri AI Pertama di Dunia, Diella dari Albania, Siap Lahirkan 83 Asisten Digital untuk Parlemen

Suarasiber.com (Albania) - Perdana Menteri (PM) Albania Edi Rama...

Disdukcapil Batam Jadi Percontohan Nasional, Ditjen Dukcapil Apresiasi Inovasi Layanan Digital

Suarasiber.com (Kota Batam) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil...

KAI Logistik Luncurkan Fitur Jejak Karbon di Invoice Pelanggan, Dorong Green Logistics di Indonesia

Suarasiber.com - Sebagai wujud komitmen terhadap layanan logistik berkelanjutan...