Sabtu, 29 November 2025

Menag: Indonesia Siap Tampung 3.000 Anak Palestina untuk Lanjutkan Pendidikan

Tayang:


Suarasiber.com (Jakarta) – Presiden Prabowo Subianto berencana mengundang anak-anak Palestina yang mengalami buta huruf dan putus sekolah untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia. Inisiatif kemanusiaan tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam acara Indonesia’s Contribution to Contemporary Global Peace and Conflict Resolution di Auditorium UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Menurut Menteri Agama, pemerintah telah memetakan kesiapan lembaga pendidikan, termasuk sejumlah UIN dan pesantren, untuk menampung para pelajar dari Palestina apabila program ini segera direalisasikan.

“Pak Prabowo akan mengundang orang-orang yang buta huruf dan yang sekian lama putus sekolah di Palestina. Kami sudah menginventaris UIN atau pesantren mana saja yang bisa menampung mereka,” ujar Menag.


Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama siap melaksanakan mandat Presiden sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam isu kemanusiaan global.

“Tiga ribu pun kami siap tampung. Anak-anak tidak boleh buta huruf dan tidak boleh menderita. Pak Presiden juga berkali-kali menekankan kesiapan pemerintah memberikan dukungan, termasuk pengamanan,” kata Menag.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya mantan Wakil Menlu RI Abdurrahman M. Fachir, delegasi International IDEA Rizal Sukma, akademisi dan pengamat internasional Dinna Prapto Raharja, serta perwakilan Indianapolis University USA Malika Ouacha.

Menag menjelaskan bahwa Indonesia memiliki pengalaman dalam pendidikan bagi anak-anak dari negara berkonflik. Ia mencontohkan pengiriman sekitar 300 pelajar Afghanistan ke beberapa pesantren di Pulau Jawa pada masa konflik negara tersebut.

“Kami sudah menyiapkan langkah serupa jika ada sekitar seribu anak Palestina yang ingin menuntut ilmu di Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menag menegaskan bahwa kapasitas pendidikan tinggi Islam di Indonesia sangat memadai untuk menampung para pelajar tersebut.

“Kita punya 58 UIN di seluruh Indonesia. Jika hanya seribu, itu sangat ringan. Ini demi kemanusiaan, demi nama besar Indonesia, dan tentu juga solidaritas sesama umat Islam,” jelasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya solidaritas dan empati antarbangsa. “Kita tidak boleh membiarkan saudara-saudara kita menderita sementara kita hidup berkecukupan. Kita harus berbagi, karena itu perintah agama dan nilai budaya kita,” tutur Menag. (rls/sya)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Kemenag Pastikan Seluruh Santri Akan Dapat Program Makan Bergizi Gratis

**Suarasiber.com (Jakarta) - ** Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo...

Peraka Ceria 2025: SLB Negeri 1 Tanjungpinang Bangun Karakter dan Siapkan Prestasi Nasional Siswa Berkebutuhan Khusus

Suarasiber.com,(Tanjungpinang) - Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Tanjungpinang...

Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Kunjungi SDN 005 Sagulung, Ajak Semua Pihak Dukung Pendidikan Anak

Suarasiber.com (Batam) – Wakil Wali Kota Batam Li Claudia...

Kompas HTN Sosialisasi UUD 1945 di SMA Negeri 2 Tanjungpinang, Siswa Antusias Pelajari Konstitusi

Suarasiber.com (Tanjungpinang) - Komunitas Mahasiswa Pejuang Aspirasi Hukum Tata...