Suarasiber.com (Jakarta) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah, terutama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam arahannya saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/10), Presiden meminta para guru dan tenaga pendidik berperan aktif mengajarkan anak-anak pentingnya menjaga kebersihan, khususnya sebelum makan.
“Kita harus membiasakan anak-anak hidup bersih. Walaupun rakyat kita terbiasa makan dengan tangan, sebagai guru dan orang tua, kita tidak boleh malas mengingatkan mereka untuk selalu menjaga kebersihan,” ujar Presiden Prabowo, dikutip dari Bisnis.com.
Prabowo menekankan bahwa perilaku bersih menjadi kunci untuk mencegah kasus keracunan makanan yang sempat terjadi dalam pelaksanaan MBG. Ia juga meminta agar setiap sekolah memiliki fasilitas cuci tangan dan alat makan bersih seperti sendok.
Presiden pun menginstruksikan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan ketersediaan alat makan dan air bersih di sekolah.
“Kepala BGN, mungkin dibagikan saja sendok sederhana. Tidak perlu mahal. Yang penting anak-anak punya alat makan bersih. Kalau pun makan pakai tangan, pastikan mencuci tangan dengan air bersih dan sabun,” tegasnya.
Menurut Presiden, penyediaan air bersih dan alat makan higienis adalah langkah sederhana namun sangat penting untuk menjaga keamanan pangan dan kesehatan anak-anak penerima program MBG.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga melaporkan capaian pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang kini telah menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Hingga Oktober 2025, terdapat 12.508 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur terpusat yang telah beroperasi, dengan target pemerintah mencapai 32.000 unit.
“Sejak 6 Januari 2025 hingga kini, sudah 1,41 miliar porsi MBG dimasak dan dibagikan kepada 36,7 juta penerima manfaat, terdiri dari anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ini seperti memberi makan enam kali jumlah penduduk Singapura setiap hari — prestasi yang diperhatikan banyak negara,” tutur Prabowo dengan nada optimistis.
Meski demikian, Presiden mengakui masih ada sejumlah kasus keracunan makanan yang terjadi selama program berjalan. Namun, jumlahnya dinilai sangat kecil dibandingkan total porsi yang telah disalurkan.
“Secara statistik, ada sekitar 8.000 kasus dari 1,41 miliar porsi, atau sekitar 0,0007 persen. Artinya, 99,99 persen pelaksanaan program berjalan dengan baik,” jelasnya.
Presiden Prabowo menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat pengawasan dan sistem keamanan pangan, agar standar kebersihan di setiap dapur MBG semakin meningkat dan kasus serupa tidak terulang. (***)
Editor Yusfreyendi





