Suarasiber.com – Marc Marquez benar-benar menulis ulang definisi comeback di dunia MotoGP. Setelah dianggap “habis” usai kecelakaan horor di Jerez 2020 yang bikin lengannya hancur, operasi berkali-kali, bahkan absen setahun penuh, siapa sangka ia bisa bangkit sekuat ini?
Saat comeback di 2021, performanya masih jauh dari kata ideal. Honda pun sedang terpuruk, motornya tak kompetitif, dan Marquez seperti kehilangan taring.
Banyak yang bilang sang Baby Alien sudah tidak akan pernah kembali ke level lamanya.
Namun semua berubah sejak pindah ke Ducati di 2024. Marc seakan menemukan soulmate baru. Dengan motor merah itu, ia kembali ke mode alien seperti era 2013–2019.
Musim MotoGP 2025 ini pun jadi panggung kebangkitannya—11 kemenangan GP, 14 sprint wins, dan unggul 191 poin sebelum Motegi.
Kini di usia 32 tahun, Marc Marquez tinggal selangkah lagi mengunci gelar juara dunia ke-7.
Sebuah pencapaian luar biasa yang membuat kisahnya bak Phoenix, burung mitologi Yunani yang bangkit dari abu.
Dari kondisi “hancur” menjadi juara dunia lagi dalam waktu 5 tahun—ini bukan sekadar olahraga, tapi bahan cerita film Hollywood.
Motegi siang ini bisa jadi panggung epik, momen penutup sempurna dari salah satu comeback paling gila dalam sejarah MotoGP.
Marc Marquez membuktikan bahwa mental baja dan tekad juara bisa menaklukkan rasa sakit, keraguan, bahkan nasib buruk. (syf)
Editor Yusfreyendi





