Suarasiber.com (Anambas) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersiap menyalurkan insentif bulanan bagi warga lanjut usia (lansia). Program ini menjadi wujud nyata janji politik Bupati Aneng dan Wakil Bupati Raja Bayu saat Pilkada 2024 lalu, yang kini segera terealisasi.
Bupati Aneng menegaskan bahwa janji politik adalah amanah yang wajib dipenuhi. “Alhamdulillah, satu per satu janji mulai terealisasi. Insentif untuk lansia paling lama dua bulan ke depan sudah bisa kita salurkan,” ujarnya, Kamis (25/9).
Ia menjelaskan, program ini hadir untuk meringankan beban hidup para lansia di masa senja mereka. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap orang tua adalah harga mati.
“Kalau kita tidak peduli pada orang tua, untuk apa kita jadi pemerintah? Lansia harus kita jaga, harus kita muliakan. Tanpa mereka, kita tidak pernah ada,” ucap Aneng dengan nada humanis.
Dari hasil pendataan sementara Dinas Sosial, tercatat sekitar 600 lansia berusia di atas 60 tahun memenuhi syarat sebagai penerima manfaat. Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah setelah proses verifikasi lapangan.
Besaran insentif ditetapkan Rp400 ribu per bulan untuk setiap penerima. Meski nilainya tidak besar, Aneng berharap bantuan ini bisa sedikit membantu kebutuhan dasar para lansia sekaligus menjadi bentuk penghormatan atas pengorbanan mereka.
Namun, ia menekankan pentingnya kejujuran dalam pendataan. Penerima insentif diprioritaskan bagi lansia yang masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan tidak sedang menerima bantuan lain, termasuk dari pemerintah desa.
“Jangan main-main soal data. Kalau ada petugas yang berani memasukkan orang mampu sebagai penerima, pasti ada sanksinya,” tegasnya.
Program insentif lansia ini diharapkan menjadi simbol kehadiran pemerintah daerah yang peduli. “Bagi saya, janji bukan sekadar kata-kata. Insentif lansia adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir, berdiri, dan berjuang bersama orang tua kita,” tutup Aneng. (***)





