Suarasiber.com (Anambas) – Suasana penuh haru menyelimuti dermaga Tarempa, Selasa (9/9/2025). Ratusan pasang mata menyaksikan keberangkatan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tarempa, Letkol Laut (P) Ari Sukmana, yang pamit meninggalkan bumi Anambas menuju Batam dengan kapal MV Seven Star Island.
Momen ini bukan sekadar perpisahan biasa, melainkan potret eratnya ikatan kebersamaan yang terjalin antara seorang pemimpin militer dengan masyarakat serta para pemangku kepentingan daerah. Setelah menuntaskan masa tugas di Anambas, Ari Sukmana akan mengemban amanah baru di Markas Besar Angkatan Laut (Mabes AL) mulai 11 September 2025.
Prosesi pengantaran berlangsung khidmat. Sekretaris Daerah Kepulauan Anambas, Sahtiar, memimpin langsung acara, didampingi jajaran Forkopimda, mulai dari Kapolres Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung hingga Ketua Pengadilan Agama Tarempa, Kusnoto.
Kehadiran mereka menegaskan betapa kuatnya sinergi lintas institusi selama Ari bertugas.
Dalam sambutannya, Sahtiar tak kuasa menahan rasa kehilangan.
“Bagi kami, Pak Ari bukan hanya seorang Danlanal. Beliau sahabat, mitra, sekaligus keluarga. Kehadirannya selalu membawa ketenangan dan energi positif. Kepindahan ini membuat kami benar-benar merasa kehilangan,” ucapnya penuh haru.

Ia menegaskan, meski secara kedinasan harus berpisah, silaturahmi akan terus terjaga.
“Jejak kebaikan dan pengabdian beliau akan selalu ada di Anambas. Kami titip pesan, jangan lupakan Anambas, tetaplah menjadi sahabat kami,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Kapolres Anambas. “Pak Ari adalah pemimpin yang mampu memadukan ketegasan militer dengan kelembutan hati. Selama beliau di sini, koordinasi antara Lanal dan Polres begitu solid, serasa satu tubuh,” ungkap AKBP I Gusti Ngurah Agung.
Ketua PA Tarempa, Kusnoto, juga menambahkan kesannya.
“Beliau sosok rendah hati, dekat dengan semua kalangan, dari pejabat hingga masyarakat biasa. Itu sebabnya beliau sangat dicintai,” ujarnya.
Detik-detik keberangkatan kapal menjadi momen paling emosional. Lambaian tangan hangat, pelukan perpisahan, hingga tetes air mata mewarnai perjalanan Ari Sukmana meninggalkan Anambas. Tangis dan senyum bercampur menjadi penutup indah dari kisah pengabdian seorang perwira laut yang telah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat kepulauan.
Kini, meski secara fisik terpisah, doa terbaik terus mengiringi langkah Ari di medan pengabdian baru. Masyarakat Anambas percaya, di manapun ia bertugas, semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang tumbuh di bumi Anambas akan tetap ia bawa serta. (rls/rob)
Editor Yusfreyendi





