Suarasiber.com – Presiden Prabowo Subianto melantik DR H Suhajar Diantoro sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola (BOP) Pantura Jawa. Badan ini dibentuk untuk mengawal mega proyek Giant Sea Wall bernilai sekitar Rp1.300 triliun yang dirancang melindungi pesisir utara Jawa dari ancaman banjir rob, abrasi, serta penurunan muka tanah.
Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025). Selain Suhajar, Prabowo juga melantik Laksamana Madya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf sebagai Kepala BOP Pantura dan Darwin Trisna Djajawinata sebagai Wakil Kepala BOP.
Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 76 P tahun 2025.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo menegaskan, proyek tanggul laut raksasa yang membentang dari Banten hingga Gresik itu akan tetap berjalan meski anggaran negara terbatas (pu.go.id, 16/6/2025).
“Insya Allah itu akan terlaksana. Meski anggaran masih terbatas dan banyak kebutuhan lain yang juga mendesak, kami tidak akan tinggal diam. Kami terus berupaya menyelesaikan masalah rob,” ujarnya.
Menurut Dody, pembangunan Giant Sea Wall memerlukan waktu lintas pemerintahan.
“Bisa dua sampai tiga presiden baru selesai. Karena itu badan otorita dibentuk supaya pekerjaan tetap jalan,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan minat sejumlah investor asing dari Tiongkok, Korea Selatan, Jepang hingga Eropa, meski pemerintah tetap menekankan kemandirian.
“Kami akan gunakan kekuatan kita sendiri, namun tetap membuka peluang kerja sama dengan mitra dalam dan luar negeri,” katanya.
Profil Singkat DR H Suhajar Diantoro
DR H Suhajar Diantoro lahir di Desa Sei Ungar, Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, 2 Mei 1964.
Anak petani karet ini dikenal sebagai sosok pekerja keras yang meniti karier birokrasi dari bawah hingga dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis di tingkat nasional.
Ia pernah menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau (2011–2013), Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) periode 2013–2015, Penjabat Gubernur Bengkulu, hingga Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri.
Terakhir, Suhajar menjabat Wakil Rektor IPDN Bidang Hukum, Kerja Sama, dan Kepegawaian sebelum ditunjuk Presiden Prabowo sebagai Wakil Kepala BOP Pantura Jawa.
Karier panjang itu membuat Suhajar dipercaya ikut mengawal proyek Giant Sea Wall yang disebut sebagai warisan peradaban untuk melindungi jutaan warga pesisir Pantura Jawa dari bencana rob dan abrasi.
Menteri PUPR Dody Hanggodo menegaskan, Giant Sea Wall bukan hanya proyek fisik semata, melainkan simbol hadirnya negara melindungi rakyatnya.
“Ini bukan sekadar tanggul laut, tetapi benteng peradaban yang akan diwariskan untuk generasi mendatang,” ujarnya.
Dengan pelantikan pimpinan BOP Pantura Jawa, termasuk Suhajar Diantoro sebagai Wakil Kepala, pemerintah memastikan proyek bernilai Rp1.300 triliun itu berjalan berkesinambungan lintas periode kepemimpinan.
Giant Sea Wall digadang menjadi penopang masa depan kawasan Pantura sekaligus bukti nyata keseriusan negara menghadapi tantangan perubahan iklim dan penurunan muka tanah. (eko)
Editor Yusfreyendi





