Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Bupati Bintan Roby Kurniawan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan RDK Award 2025, sebuah ajang penghargaan yang digelar untuk mengenang dedikasi Rida K Liamsi (RDK)—tokoh pers, budayawan, dan peletak tonggak sejarah literasi di Kepulauan Riau dan Riau daratan.
Event ini akan berlangsung hingga September mendatang dan menjadi ruang apresiasi bagi insan media, seniman, budayawan, hingga pegiat literasi yang konsisten mengangkat nilai-nilai lokal dan semangat kebudayaan Melayu.
“Saya sangat mengenal sosok RDK. InsyaAllah, kita dukung penuh pelaksanaan event ini. Semoga semua berjalan lancar,” ujar Roby saat menjamu panitia RDK Award di Kantor Bapperida Bintan, Selasa, 5 Agustus 2025.
Dalam pertemuan itu, Roby tak sendiri. Ia didampingi sejumlah kepala OPD, seperti Sekda Bintan Rony Kartika, Kadiskominfo Didi Kurniadi, Kadispar Arief Sumarsono, Kadis Perpustakaan dan Arsip Hasfi Handra, Kadisperkim Mohammad Irzan, Kabag Protokol Ayu Suwastari, serta beberapa pejabat lainnya.
RDK: Sosok yang Tak Pernah Jauh dari Bintan
Bagi Roby, Rida K Liamsi bukan sekadar tokoh pers. Ia adalah sosok yang berjasa mengangkat Bintan sebagai pusat budaya Melayu melalui karya-karya dan pemikirannya. Nama RDK masih terus menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan budaya dan literasi di Bintan.
“Kami mengenal beliau sebagai sosok yang sangat peduli dengan Bintan dan akar budayanya,” tambah Roby.
Award yang Menghidupkan Semangat Kreatif
Ketua Panitia RDK Award, Oktavio Bintana, menyebut bahwa tahun ini RDK Award mengusung tema besar “Menjaga Warisan, Menyemai Inspirasi”. Ajang ini akan menampilkan sejumlah kategori penghargaan untuk jurnalis, penulis, seniman, penggerak komunitas, dan pelestari budaya.
“Kami sangat menghargai jamuan Pak Bupati. Ini menunjukkan beliau benar-benar menghormati kerja-kerja insan pers, budayawan, dan seniman,” ujar Oktavio.
Ia juga menambahkan, RDK Award bukan sekadar seremoni, tapi wadah membangun jejaring kreatif dan intelektual yang berakar dari tanah Melayu dan menjulang ke tingkat nasional. (sya)
Editor Yusfreyendi





