Sabtu, 29 November 2025

Komisi III DPRD Batam Gelar RDPU Bahas Krisis Air Bersih di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Desak PT ABH Segera Bertindak

Tayang:


Suarasiber.com (Batam)— Komisi III DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk membahas krisis air bersih yang melanda warga Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar. Rapat tersebut menghadirkan manajemen PT Air Batam Hilir (ABH) selaku pengelola distribusi air, aparatur kelurahan, serta perwakilan warga terdampak.

Dalam forum yang berlangsung di ruang rapat Komisi III DPRD Batam itu, warga secara terbuka menyampaikan keluhan mereka terkait pasokan air yang semakin tidak menentu. Beberapa mengaku hanya mendapatkan air pada malam hari, bahkan dalam beberapa minggu terakhir, aliran air dikabarkan hampir tidak ada sama sekali.

Foto – istimewa via humas dprd batam

“Warga kami yang tinggal di wilayah lebih tinggi benar-benar kesulitan mendapatkan air. Masalah ini bukan hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tapi juga berdampak pada tempat ibadah dan fasilitas umum,” ungkap salah satu perwakilan warga.


Ketua Komisi III DPRD Batam, Muhammad Rudi, ST, menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta PT ABH segera menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi krisis air tersebut. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan tangki atau tandon air di sejumlah titik strategis agar warga tetap dapat mengakses air bersih.

“Titik-titik tandon perlu dikaji secara teknis dan disepakati bersama, supaya benar-benar efektif mengatasi gangguan distribusi air di lapangan,” tegas Rudi.

Anggota Komisi III, Ir. H. Suryanto dan Siti Nurlailah, ST, MT, turut mendesak agar penanganan dilakukan secepatnya. Penegasan senada juga disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Hj. Asnawati Atiq, SE, MM, yang juga merupakan warga Tanjung Sengkuang.

Foto – istimewa via humas dprd batam

Dalam rapat itu, terungkap beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab utama terganggunya distribusi air, antara lain rendahnya tekanan air dan peningkatan jumlah pelanggan tanpa diimbangi dengan kapasitas distribusi yang memadai. DPRD menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi PT ABH, guna menjamin hak dasar masyarakat terhadap air bersih terpenuhi secara merata.

Rapat ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh pihak untuk menindaklanjuti hasil pertemuan melalui pemantauan lapangan. Komisi III juga memastikan akan terus mengawal realisasi solusi jangka pendek dan jangka panjang agar krisis air bersih ini dapat teratasi secara tuntas dan berkelanjutan. (rls/sya)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Ada Bisikan Gaib, Ustaz Candra Kembali Ruqyah Jembatan I Barelang Kedua Kali

Suarasiber.com (Batam) - Ruqyah di Jembatan I Barelang Kota...

Batam Perluas Perlindungan Pekerja Rentan, 24 Ribu Lebih Peserta BPJS Ketenagakerjaan Direalisasikan hingga 2025

Suarasiber.com (Batam) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat...

Ombudsman Kepri Minta Pembangunan Terminal 2 Hang Nadim Dipercepat, PT BIB Mulai Tender Baru

( Batam ) – Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan...

Wali Kota Batam Gelar Zoom Meeting dengan Mentan RI Usai Penggagalan Penyelundupan Sembako di Pelabuhan Tanjung Sengkuang

new.suarasiber.com/ (Batam) – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menggelar...