Suarasiber.com (Tanjungpinang) – China Road and Bridge Corporation (CRBC), anak usaha dari China Communications Construction Company (CCCC), menyatakan minat serius untuk membangun Jembatan Batam-Bintan sepanjang 14,74 kilometer.
Proyek strategis ini direncanakan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
CRBC merupakan raksasa rekayasa dan konstruksi asal Beijing, Tiongkok, yang memiliki sekitar 50 kantor cabang di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika.
Di Indonesia, perusahaan ini sudah berpengalaman membangun proyek besar, seperti Jembatan Suramadu, Jalan Tol Solo-Kertosono, serta Jalan Tol Semarang-Demak (melalui konsorsium).
Keseriusan CRBC disampaikan langsung kepada Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratama, dalam pertemuan di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (27/8/2025).
Delegasi CRBC dipimpin Deputy General Manager Shi Yao Hua, didampingi Marketing Manager Li Honghe, dan Business Development Engineer Kelvin Gostalin.
Turut hadir mendampingi perwakilan KPN Corp, yaitu Head of Business Development Renewable Energy Lian Pongoh, serta perwakilan Yero Energy Indonesia, Slamet Riyanto.
Dalam kesempatan itu, Nyanyang menegaskan bahwa Pemprov Kepri akan terus melobi pemerintah pusat agar proyek jembatan ini masuk prioritas nasional.
Menurutnya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga sudah melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian PUPR terkait aspek teknis dan pembiayaan.
Saat ini, tahapan pembangunan Jembatan Batam-Bintan tengah berada pada proses review Detail Engineering Design (DED) dan soil investigation untuk mendapatkan estimasi biaya. Proses ini ditangani langsung pemerintah pusat.
“Sedangkan kewajiban pemerintah daerah sudah tuntas, mulai dari perencanaan teknis DED, dokumen lingkungan, dokumen Andalalin, izin vertikal clearance, pengadaan lahan, hingga izin pinjam pakai kawasan hutan,” jelas Kepala Dinas PU Kepri, Rodi Yantari. (eko)
Editor Yusfreyendi





