Sabtu, 29 November 2025

Mahasiswa Pendidikan Kimia FKIP UMRAH Pameran Batik Kimia Gurindam

Tayang:


Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Mahasiswa Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali menunjukkan kreativitasnya dalam kegiatan akademik yang sarat inovasi. Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Kimia Terapan dan Kewirausahaan, Mahasiswa Pendidikan Kimia Angkatan 2023 menyelenggarakan Pameran Batik Kimia Gurindam yang mengangkat kolaborasi antara unsur budaya Melayu dan konsep ilmu kimia.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 3 Juli 2025, di Lobby FKIP UMRAH, Tanjungpinang, ini mengusung tema “Batik Kimia Gurindam: Dari Kimia Menjadi Budaya, Dari Gurindam Menjadi Karya”. Pameran ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKIP UMRAH, Dr. Drs. Encik Abdul Hajar, M.M, dan dihadiri oleh dosen pembimbing mata kuliah, Ibu Inelda Yulita, S.Pd., M.Pd., serta sejumlah dosen. Ikut meramaikan semua mahasiswa lintas prodi, dan lintas angkatan di Lingkungan UMRAH.

Foto – istimewa

Ketua pelaksana kegiatan, Puspa Kemala, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan bentuk pengaplikasian ilmu kimia dalam produk budaya lokal yang nyata, yaitu batik. “Mahasiswa diberikan tantangan untuk menciptakan motif batik dengan menggabungkan simbol atau struktur kimia, yang dikemas dalam nuansa khas Melayu. Hasilnya tidak hanya sekadar karya visual, tapi juga produk turunan yang memiliki nilai ekonomis,” jelasnya.


Sebanyak 23 mahasiswa yang terbagi dalam 4 kelompok menampilkan karya batik dengan motif dan produk yang berbeda. Setiap motif memiliki desain berbeda dan perpaduan yang berbeda. Gambar motif yang dirancang selalu dibimbing oleh dosen, agar motif yang dihasilkan memiliki makna dan nilai filosofis. Dari motif batik yang dihasilkan, berikutnya mahasiswa ditantang untuk berkreativitas menciptakan produk turunan batik tersebut, yang hasilnya berupa totebag, scrunchie, tempat pensil, kipas lipat estetik, dan pouch make-up. Kain yang digunakan mayoritas berasal dari jenis kain Toboyo, yang dikenal memiliki serat halus dan cocok untuk pewarnaan batik.

Berbagai motif dan desain yang ditampilkan berhasil mencuri perhatian para pengunjung, baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa lintas jurusan. Unsur kimia yang dipadukan dalam desain batik, seperti struktur molekul, model orbital, hingga peralatan laboratorium, dikemas apik dengan pola dan warna khas Melayu. Tak hanya sebagai media edukasi, karya-karya ini juga bernilai komersial dan berpotensi dikembangkan sebagai produk lokal unggulan.

Wakil Dekan I FKIP UMRAH, Dr. Encik Abdul Hajar, memberikan apresiasi tinggi terhadap pameran ini. “Kreativitas mahasiswa dalam menggabungkan kimia dan budaya lokal merupakan terobosan yang patut dibanggakan. Ini bukan sekadar tugas akademik, tapi juga menjadi wadah promosi budaya daerah dan kompetensi keilmuan secara bersamaan,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ibu Inelda Yulita, selaku dosen pengampu, menilai kegiatan ini berdampak positif terhadap pengembangan keterampilan mahasiswa. “Selama proses pembuatan batik, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung dalam tim, mulai dari desain, pewarnaan, produksi, hingga pemasaran. Ini menjadi pembelajaran utuh dari aspek kimia, kewirausahaan, dan kreativitas,” ujarnya.

Foto – istimewa

Inovasi Batik Kimia Gurindam yang digagas oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UMRAH diyakini memiliki peluang besar untuk dikembangkan ke tingkat yang lebih luas. Mengusung perpaduan antara unsur budaya Melayu dan simbol-simbol sains kimia, karya ini tak hanya mencerminkan kreativitas akademik, tetapi juga membuka potensi sebagai identitas khas program studi. Ke depan, batik ini diusulkan untuk tampil dalam ajang Forum Komunikasi (FORKOM) Perguruan Tinggi Kependidikan, serta berpeluang untuk dipromosikan melalui kerja sama dengan dinas terkait, sebagai bentuk nyata sinergi antara pendidikan, budaya, dan inovasi lokal.

Lebih lanjut, pameran ini tidak hanya ditujukan untuk mendapatkan nilai akademik semata, melainkan juga sebagai langkah awal menuju jiwa kewirausahaan mahasiswa. Dengan menguasai proses membatik, menghasilkan produk, serta memahami pemasaran, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi mereka sebagai pendidik sekaligus pelaku usaha kreatif.

Pameran Batik Kimia Gurindam menjadi bukti nyata bahwa ilmu pengetahuan dapat diolah menjadi karya budaya yang menginspirasi dan membumi. Harapannya, hasil karya ini terus dikembangkan dan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, serta membuka peluang inovasi baru dalam dunia pendidikan dan ekonomi kreatif lokal. (rls)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Menag: Indonesia Siap Tampung 3.000 Anak Palestina untuk Lanjutkan Pendidikan

Suarasiber.com (Jakarta) - Presiden Prabowo Subianto berencana mengundang anak-anak...

Festival Budaya Dunia Siap Digelar di Tanjungpinang, Dimeriahkan Wali Band

Suarasiber.com (Tanjungpinang) - Provinsi Kepulauan Riau resmi bersiap menyambut...

Kemenag Pastikan Seluruh Santri Akan Dapat Program Makan Bergizi Gratis

**Suarasiber.com (Jakarta) - ** Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo...

Peraka Ceria 2025: SLB Negeri 1 Tanjungpinang Bangun Karakter dan Siapkan Prestasi Nasional Siswa Berkebutuhan Khusus

Suarasiber.com,(Tanjungpinang) - Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Tanjungpinang...