Sabtu, 29 November 2025

Binaragawan Julukan ‘Hulk’ Meninggal Dunia Setelah Suntik Pembesar Otot

Tayang:


Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Seorang binaragawan asal Rusia, Nikita Tkachuk, yang dikenal dengan julukan ‘Hulk’, meninggal dunia di usia 35 tahun akibat komplikasi kesehatan serius yang dipicu oleh penggunaan bahan kimia pembesar otot.

Tkachuk diketahui rutin menyuntikkan zat synthol ke dalam otot-otot tubuhnya hingga membengkak tak wajar. Meski berisiko tinggi terhadap kesehatan, Tkachuk terikat kontrak dengan perusahaan farmasi yang diduga melarangnya untuk berhenti menggunakan zat tersebut demi keperluan promosi produk.

Kondisi kesehatan Tkachuk memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Ia dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan gagal paru-paru dan ginjal, serta mengalami serangan jantung yang membuatnya koma dalam perawatan intensif.


Kabar duka disampaikan oleh sang istri, Maria Tkachuk (36), yang mengungkapkan bahwa suaminya telah meninggal akibat kegagalan multi-organ.

“Nikita, suami tercinta, telah berpulang. Ginjalnya gagal, paru-parunya mengalami edema, dan jantungnya berhenti berdetak,” kata Maria, dikutip dari The Sun pada Selasa (8/7/2025).

“Begitu banyak ujian yang kami lalui selama bertahun-tahun. Kekuatannya sudah habis. Saat ini hanya ada rasa syok,” tambahnya.

Prestasi Awal Gemilang, Berujung Penyesalan

Di usia 21 tahun, Tkachuk sempat meraih gelar Master of Sports di Rusia, menunjukkan kekuatan luar biasa dengan deadlift 350 kg, squat 360 kg, dan bench press 210 kg. Namun, alih-alih mempertahankan karier kompetitifnya di bidang olahraga, ia kemudian beralih ke penggunaan synthol demi membesarkan otot secara instan.

Akibat penggunaan synthol yang berlebihan, otot-otot Tkachuk membengkak hingga ukuran yang ekstrem. Namun, karena kontrak yang ia tanda tangani, ia tidak diperbolehkan berhenti menyuntikkan zat tersebut meskipun kondisi kesehatannya menurun drastis.

Situasi memburuk setelah ia terpapar virus COVID-19, yang menyebabkan komplikasi autoimun pada paru-parunya dan pembentukan kalsium abnormal di tubuh, termasuk pembengkakan di kaki dan penyumbatan pembuluh darah serta ginjal. Ia kemudian didiagnosis menderita sarkoidosis, yakni penyakit peradangan langka yang menyebabkan terbentuknya granuloma (benjolan kecil) di berbagai organ.

Meski sempat menjalani operasi dan mencoba kembali berlatih, kondisinya tidak pernah sepenuhnya pulih.

Peringatan Terakhir: Jangan Ikuti Jejak Saya

Dalam salah satu unggahan terakhirnya di media sosial, Tkachuk sempat mengungkapkan penyesalannya yang mendalam karena pernah menggunakan synthol. Ia bahkan memperingatkan pengikutnya agar tidak tergoda mencoba hal serupa.

“Saya mohon, pikirkan kembali. Apa yang akan berubah jika lenganmu berukuran 45-50 cm? Kamu mungkin kehilangan kesehatan, dan itu tidak sepadan,” ungkapnya.

“Jika saya bisa kembali ke tahun 2015-2016, saya tidak akan pernah melakukan ini. Saya telah menghancurkan seluruh karier olahraga saya. Jika tetap menekuni binaraga tanpa synthol, saya yakin bisa berada di tingkat kompetisi yang tinggi.”

Kisah tragis Nikita Tkachuk menjadi peringatan keras tentang bahaya penggunaan zat pembesar otot yang tidak semestinya, serta tekanan dunia komersial yang dapat mengorbankan kesehatan dan masa depan seseorang. (***/sya)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Pemko Batam Salurkan Bantuan Pembangunan Lapangan dan Ribuan Alat Olahraga Tahun 2025

Suarasiber.com (Batam) - Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas...

Solidaritas Tanpa Batas! BMPLN Ajak Mahasiswa Perkuat Jejaring Lewat Turnamen Domino

Suarasiber.com (Tanjungpinang) - Komunitas Barisan Mahasiswa Project, Lacak, Ngopi...

James Cameron Ungkap Progres Cepat Produksi Film Avatar 3: Fire and Ash

Suarasiber.com - Sutradara waralaba Avatar, James Cameron, kembali memberikan...

Raja Eswatini Ini Memiliki 70 Istri dan Lebih dari 200 Anak

Suarasiber.com - Kerajaan Eswatini—sebelumnya bernama Swaziland—merupakan satu-satunya negara di...