Suarasiber.com (Bintan) – Mentari pagi bersinar lembut di langit Pulau Pangkil, Jumat (06/06), saat ribuan jemaah berkumpul khusyuk di Lapangan Sepak Bola M. Arifin untuk menunaikan Salat Idul Adha 1446 H. Suasana haru dan penuh makna terasa kental, terlebih ketika Bupati Bintan, Roby Kurniawan, naik ke mimbar untuk menyampaikan khutbah Idul Adha sebagai khatib.
Di hadapan masyarakat Teluk Bintan, Roby mengajak umat Islam untuk kembali menelusuri jejak kisah agung Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Bukan sekadar cerita lama, tapi simbol keteladanan sejati tentang ketaatan tanpa syarat dan pengorbanan tanpa pamrih.
“Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tapi menyembelih ego, membuang sifat buruk, dan mendekatkan diri pada Allah dengan penuh ketulusan,” ucap Roby, membuka khutbah dengan penuh penekanan spiritual.
Ia menggambarkan relasi ayah dan anak dalam kisah kurban sebagai cermin keharmonisan keluarga — sebuah nilai yang kini menjadi sangat penting di tengah arus zaman. “Ketaatan di tengah keluarga, itulah pondasi kokoh menuju kehidupan yang berkah,” lanjutnya.
Dalam khutbahnya, Roby juga mengutip Surah Al-Kautsar, menegaskan kembali perintah salat dan kurban sebagai dua sisi dari satu keimanan: ibadah yang tak hanya ritual, tapi jalan menuju predikat taat.
Khutbah yang menggugah itu ditutup dengan ajakan bermunajat, di mana seluruh jemaah menundukkan kepala memanjatkan doa bersama — memohon keberkahan untuk Bintan dan pengampunan dari Sang Maha Pengasih.
Usai salat, Roby turut menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurban miliknya. Aksi simbolis itu bukan semata rutinitas tahunan, tapi juga pesan kuat: bahwa berbagi dan peduli harus menjadi semangat yang hidup di tengah masyarakat. (***)
Editor Yusfreyendi





