Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Pemerintah China menyatakan dengan tegas siap menghadapi tekanan dari Presiden AS Donald Trump, bahkan melihat potensi untuk mengubah krisis ini menjadi sebuah peluang. Hal ini berbeda dengan kebanyakan negara yang memilih untuk negosiasi.
China menyatakan dengan tegas akan melawan tarif Trump dua hari setlah Presiden AS itu mengumumkannya.
“Ancaman AS untuk menaikkan tarif terhadap China adalah kesalahan yang berulang. Ancaman ini sekali lagi menunjukkan sikap memaksa dari AS. China tidak akan pernah menerima tindakan semacam ini. Jika AS tetap bersikeras, kami siap melawan sampai akhir,” kata Kementerian Perdagangan China dalam pernyataan resminya dikutip dari CNN Hongkong.
Melansir juga dari People’s Daily, media resmi Partai Komunis China, tarif AS akan berdampak, namun China optimistis dapat mengubah tekanan eksternal menjadi momentum untuk memperkuat diri dan mempercepat kemajuan.
China pun menyinggung bagaimana saat perang dagang pertama kali dimulai pada 2017, China terus menunjukkan ketangguhan. Semakin besar tekanannya, semakin kuat pula respons China.
Seperti diketahui, Trump menetapkan tarif tambahan sebesar 34 persen untuk seluruh produk impor dari China. Jika digabungkan dengan tarif sebelumnya, total bea masuk atas produk China yang masuk ke AS kini melampaui 54 persen.
China pun membalas dengan tarif serupa atas seluruh barang impor asal AS, serta menerapkan langkah-langkah tambahan seperti pengendalian ekspor mineral tanah jarang dan pembatasan terhadap perusahaan-perusahaan Amerika.
Ketegangan kembali meningkat setelah Trump mengancam akan menaikkan lagi tarif sebesar 50 persen jika China tidak mencabut kebijakan balasannya paling lambat Selasa, 8 April 2025. Dalam pernyataan yang diunggah di Truth Social, Trump juga menyatakan bahwa seluruh pertemuan yang sebelumnya diminta oleh pihak China akan dibatalkan.
“Jika China tidak mencabut tambahan tarif 34 persen mereka paling lambat besok, 8 April, maka AS akan mengenakan tarif tambahan sebesar 50 persen mulai 9 April. Selain itu, seluruh pembicaraan dengan China akan dihentikan,” tulis Trump di media sosialnya.
Melalui medsia sosialnya, Trump menyatakan membuka ruang negosiasi apabila ada negara yang bersedia mencapai kesepakatan yang dinilai adil dan menguntungkan bagi AS.(***)
Editor Yusfreyendi





