Suarasiber.com – Indonesia vs Bahrain akan bermain di pertandingan kedelapan Grup C kualifikasi Piala Dunia zona Asia, Selasa (25/3/2025) pukul 20.45 WIB di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Patrick Kluivert pelatih timnas Indonesia menargetkan kemenangan pada laga ini.
“Target utamanya kemenangan dan itu pasti,” kata Kluivert.
Sebaliknya, Dragan Talajic pelatih Bahrain juga punya target yang sama. Dan sudah dibuktikan saat menyulitkan Jepang di laga sebelumnya.
Meski kalah 0-2, namun Bahrain mampu bertahan dengan sangat baik dan solid. Jepang baru bisa menjebol gawang Bahrain di menit 66 melalui Kamada dan menit 87 dari Kubo.
Padahal Jepang sudah mengurung habis Bahrain dan menghujani dengan 12 tembakan. Tapi hanya 4 yang bisa mengarah ke gawang dan 2 menjadi gol.
Sebaliknya, Indonesia mampu menguasai laga saat melawan Australia dan melepaskan 11 tembakan yang 4 diantaranya mengarah tepat ke gawang.
Namun, pertahanan Indonesia yang rapuh justru dibobol 5 kali oleh Australia yang cuma menguasai 39 persen bola.
Statistik itu menjadi bukti sahih rawannya pertahanan Indonesia. Dan Bahrain sudah 21 kali menjebol gawang Indonesia dalam 8 kali pertemuan sebelumnya.
Kedua tim memang sudah 8 kali bertanding. Hasilnya relatif imbang. Indonesia menang 2 kali, seri 3 kali dan kalah 3 kali.
Akan tetapi Indonesia kebobolan 21 gol dan hanya memasukkan gol 9 kal! Kebobolan terbesar terjadi saat Bahrain mengalahkan Indonesia 10-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2014 (29/2/2012).
Itu sebabnya saat Indonesia dilatih Shin Tae Yong (STY) lebih memilih strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik di laga pertama Bahrain vs Indonesia yang berakhir 2-2.
Kini, Kluivert yang melatih Indonesia cenderung bermain menyerang seperti saat melawan Australia dan kalah 1-5, perlu mempertimbangkan rapuhnya barisan belakang timnas. Jika ingin tetap bermain menyerang.
Terakhir kali Indonesia menang atas Bahrain terjadi 18 tahun lalu dengan skor 2-1 di Piala Asia 2007 (10/7/2007).
Sudah sangat lama. Indonesia dituntut menang lagi atas Bahrain sekalipun tidak bermain cantik dan menyerang seperti di laga kontra Australia. (eko)
Editor Yusfreyendi





