Suarasiber.com (Bintan) – Ada sesuatu yang baru jika Anda mengamati dengan seksama penampilan Masjid At Taqwa, Tanjunguban, Bintan Utara, Kabupaten Bintan, sejak beberapa hari belakangan.
Masjid yang sering digunakan oleh warga yang akan naik atau turun ke kapal RoRo dari Tanjunguban ke Punggur dan sebaliknya, untuk salat ini, sudah dilengkapi dengan huruf timbul dilengkapi lampu led yang akan menyala saat malam hari.

Huruf timbul yang dibuat selain sebagai identitas masjid ini juga memberikan warna tersendiri. Seperti biasanya, pengerjaan karya seni akrilik ini dikerjakan oleh Mantrust Creative, Km 16. Kampung Mantrust. Pusat pembuatan huruf timbul ini memang sering mengerjakan huruf timbul untuk masjid.
“Alhamdulillah, setelah selesai mengerjakan huruf timbul Masjid Baitul Makmur, kami dipercaya untuk mengerjakan pekerjaan serupa di Masjid At Taqwa,” ungkap pemilik dan pengelola Mantrust Creative, Jamil kepada koran ini, beberapa waktu lalu.
Sama seperti pengerjaan huruf timbul lainnya, jika memang membutuhkan warna solid, Jamil memilih untuk memesannya di luar Tanjungpinang jika itu memang diperlukan. Namun jika warna yang dibutuhkan tersedia di Tanjungpinang, Jamil akan berbelanja di daerahnya sendiri.
Salah satu pekerjaan huruf timbul yang juga sedang ditangani Mantrust Creative ialah Masjid Besar Al Uswah, Batu 10, Tanjungpinang.
Menurut Jamil, ada kepuasan tersendiri baginya saat mengerjakan huruf timbul di masjid-masjid. Bukan semata uangnya, melainkan ada perasaan bahagia yang mendalam ketika ia bisa membuat penampilan sebuah masjid lebih semarak.
Untuk pemotongan akriliknya, Jamil mempercayakannya ke Bintan Laser, samping Mesin Otot Gym, Batu 9, Bintan Center, Kota Tanjungpinang.

Sementara itu pengelola Bintan Laser, Nurani, membenarkan jika Mantrust Creative adalah pembuat huruf timbul di Pulau Bintan yang lumayan sering menggunakan warna akrilik selain warna yang dipakai orang kebanyakan.
“Mas Jamil itu biasa memotong akrilik kuning, merah, hijau ke tempat kami. Kalau warna putih dan hitam lebih sering,” tutur Nurani.
Jamil, yang mengaku belajar membuat huruf timbul secara otodidak mengatakan kebutuhan seni akrilik semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Dulu, kata dia, hanya toko-toko besar yang memanfaatkannya, namun sekarang usaha rumahan pun banyak yang memesan.
Soal harga? “Insya Allah pekerjaan saya terjangkau. Terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan kepada kami,” tutup Jamil.
Sementara bagi pengelola masjid yang membutuhkan waktu salat running text yang biasa dipakai sebagai penanda jadwal salat serta pengumuman lainnya di masjid, bisa klik di sini. (syaiful)
Editor Yusfreyendi





