Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Panitia Hari Lahir ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar rapat akhir panitia untuk persiapan menyambut tablig akbar dan istigasah. Rapat tersebut berlangsung di sekretariat PWNU Kepri, jalan Ir. Sutami Nomor 01, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Rabu (5/2/2025) sore.
Tablig Akbar dan istigasah rencananya akan dilangsungkan pada Sabtu malam, 8 Februari 2025. Acara ini akan dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai wilayah di Tanjungpinang, Bintan, dan Batam.
Perayaan Harlah NU ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperkokoh kebersamaan Nahdliyin di Kepulauan Riau.
Dalam rapat finalisasi tersebut, Ustaz Nanang Rohendi selaku ketua panitia mengatakan, “Alhamdulillah, persiapan untuk tablig Akbar dan istigasah sudah hampir rampung. Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Polresta Tanjungpinang, untuk memastikan kelancaran acara. Kami optimistis, acara ini akan berlangsung dengan sukses dan lancar.”
KH. Mahbub Daryanto, Ketua PWNU Kepri, dalam pesan melalui WhatsApp menyampaikan pesan pentingnya kegiatan ini bagi seluruh Nahdliyin di Kepri.
“Harlah NU merupakan momen istimewa untuk mengingat kembali sejarah perjuangan Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan NKRI dan menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Semoga melalui acara ini, kita semakin termotivasi untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan agama,” ujar KH. Mahbub Daryanto.
Rapat dihadiri oleh seluruh panitia pelaksana, termasuk ketua-ketua badan otonom Nahdlatul Ulama, perwakilan dari Polresta Tanjungpinang, dan para awak media.
Tablig Akbar dan istigasah Harlah ke-25 NU di Kepulauan Riau diharapkan akan menjadi acara yang penuh makna dan khidmat. Acara ini akan merupakan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan dan inspirasi dari para ulama, serta bersama-sama memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menebarkan nilai-nilai luhur ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat. (sar)
Editor Ady Indra P





