DAM Estuari Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ternyata sudah direncanakan sejak puluhan tahun lalu atau pada sekitar tahun 1990-an.
Proyek dam ini direncanakan bersamaan dengan rencana pembangunan kawasan industri, Lobam dan kawasan wisata Lagoi di Kabupaten Bintan.
Saat itu, Kabupaten Bintan belum ada. Yang ada Kabupaten Kepri yang wilayahnya seluruh Provinsi Kepulauan Riau sekarang.
Kawasan industri Lobam dan wisata Lagoi sudah jadi sejak awal tahun 2000-an. Sedangkan Dam (Estuari) Teluk Bintan belum terwujud hingga saat ini.
Baca Juga: Dam Estuari Teluk Bintan Akan Tenggelamkan Ribuan Ha Daratan, Warga dan Kades Tak Tahu!
Hasil air yang diperoleh dari pembangunan Dam (Estuari) Teluk Bintan ini direncanakan akan diekspor ke Singapura.
“Kalau tidak salah, ya. Dulu, airnya itu (dari Dam Teluk Bintan, red) untuk diekspor ke Singapura,” kata Azirwan, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Kepri, yang juga mantan Sekda Kabupaten Bintan dalam perbincangan dengan redaksi suarasiber.com, Senin (17/1/2025).
Terkait rencana pembangunan dam itu sekarang, Azirwan mengatakan perlu mendapatkan informasi yang lebih jelas.
“Untuk jelasnya nanti kita jumpa, ya,” ujar Azirwan.
Hingga kini kejelasan pembangunan dam tersebut masih diliputi kabut tebal. Belum ada kejelasan tentang teknis dam ini.
Apalagi soal kemungkinan ganti rugi kepada masyarakat yang kediaman atau lahannya akan terdampak (tenggelam).
Apakah mereka akan diberi ganti rugi? Atau akan direlokasi ke tempat lain? Semuanya masih samar.
Baca Juga: Ada Wilayah Kota Tanjungpinang yang Ditenggelamkan untuk Dam Estuari di Teluk Bintan
Yang pasti akivitas terkait rencana proyek yang disebut Gubernur Kepri H Ansar Ahmad sebagai salah satu Program Strategis Nasional (PSN), sudah dimulai.
Ditandai dengan adanya kegiatan semacam survei di sekitar kawasan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.
Sebagaimana dilaporkan masyarakat kepada Lurah Kelurahan Kampung Bugis. (sigit rachmat)





