Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat dipadati ribuan jamaah yang menghadiri Haul Syekh Syihabuddin Al-Banjari, Rabu (25/12).
Acara tahunan ini menjadi momen penting bagi umat Islam di Kepulauan Riau untuk memperingati jasa sang ulama besar yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam.
Haul Syekh Syihabuddin Al-Banjari diramaikan oleh tokoh penting, termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal, Tuan Guru Muhyidin Gambut dari Kalimantan Selatan, para pejabat pemerintah Provinsi Kepri dan Kalimantan Selatan, Wakil Walikota Tanjungpinang, Ketua Lembaga Adat Melayu Kota Tanjungpinang, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tanjungpinang, Fatayat NU, para pengasuh pondok pesantren di Tanjungpinang dan Bintan, serta ulama dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah.

Untuk menjaga keamanan dan kelancaran acara, Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna Banser (Banser) Kota Tanjungpinang mengerahkan 40 anggotanya untuk membantu para jamaah dan bekerja sama dengan TNI dan Polri setempat.
Acara haul diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan keagamaan, seperti tahlilan, yasinan, zikir, dan doa bersama. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan ziarah kubur ke makam Syekh Syihabuddin yang terletak di belakang Masjid Sultan Riau.

Syekh Syihabuddin Al-Banjari, ulama besar asal Banjar, Kalimantan, menetap di Pulau Penyengat pada tahun 1842 atas permintaan Raja-Raja Riau. Beliau dikenal sebagai Khalifah, menjabat sebagai Mufti dan Kadi Kerajaan Riau-Lingga, dan memainkan peranan penting dalam perkembangan Islam di kawasan tersebut.
Haul Syekh Syihabuddin Al-Banjari menjadi bukti nyata penghormatan dan penghargaan terhadap warisan ilmu dan perjuangan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Melayu. (sar)
Editor Ady Indra P





