Sabtu, 29 November 2025

Propam Masih Dalami Motif 18 Polisi Peras Penonton WN Malaysia di DWP

Tayang:


Suarasiber.com (Jakarta) – Awalnya, terdapat postingan di akun X @Twt_Rave, yang mengunggah sejumlah oknum polisi di Indonesia diduga melakukan penangkapan dan pemerasan terhadap penonton dari Malaysia.

Dalam postingannya mereka menyebut oknum polisi Indonesia menangkap dan melakukan tes urine mendadak terhadap lebih dari 400 penonton dari Malaysia.

“Oknum polisi juga diduga memeras uang mereka yang jumlahnya berkisar 9 juta RM atau setara Rp32 miliar. Bahkan, ada klaim bahwa para penonton terpaksa membayar meski tes urine narkoba mereka negatif,” tulis akun tersebut.


Polisi pun bergerak. Divisi Propam Polri mengaku masih terus mendalami motif aksi pemerasan yang dilakukan 18 anggota polisi kepada penonton Djakarta Warehouse Project atau DWP 2024 asal Malaysia.

Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim mengaku pihaknya masih menggali motif dan tujuan dari para pelaku lantaran berasal dari satuan kerja yang berbeda.

“Motif masih kita dalami, artinya ini harus kita gali karena ini menyangkut beberapa satuan kerja mulai dari Polsek, Polres dan Polda juga,” ujarnya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (24/12), dilansir dari CNN Indonesia.

Ia mengatakan pihaknya belum bisa mengungkapkan apakah antarpelaku saling terkoordinasi atau melakukan aksinya secara sendiri-sendiri.

Anggota yang diperiksa mulai dari tingkat Polsek, Polres, hingga Polda dalam kasus tersebut.

Para pelaku pun sudah menjalani penempatan khusus (Patsus) di Propam Polri.

DWP 2024 yang diselenggarakan di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, dimulai 13 Desember dan berakhir 15 Desember. Meski gelaran ini sudah usai, namun jejak protes para penonton masih bisa dilihat.

Keluhan terbanyak dari penonton yang berasal dari Malaysia. Keluhan yang disampaikan di antaranya tidak dapat melakukan pesta dansa alias rave dengan leluasa karena adanya intervensi. Beberapa penonton bahkan mengaku diperas polisi yang menyamar dalam kerumunan.

“Acara terburuk yang pernah ada. Tidak akan pernah datang lagi,” tulis seorang warganet.

“Nama-nama besar tidak akan menarik lagi. Bahkan di VIP saya dilecehkan. Jadi, tidak akan DWP lagi,” ujar warganet lain. (***)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Dua ASN PPPK Terseret Peredaran Ganja, Satresnarkoba Tanjungpinang Bekuk Tiga Tersangka

Suarasiber.com,(Tanjungpinang) – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Tanjungpinang kembali...

Dituding Serobot Lahan,Agusriandi Lawan Balik: Pembelian Sah, Siap Tempuh Jalur Hukum

Agusriandi Agusriandi Lawan Balik: Pembelian Sah, Siap Tempuh Jalur Hukum. Selasa, (25/11/2025). Foto - Istimewa

Melindungi Calon Pekerja Migran: Kejati Kepri Tingkatkan Kesadaran Hukum melalui OM Jak Menjawab

Suarasiber.com,(Kejati Kepri) – Tanjungpinang. Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau kembali...

KJK Resmi Bentuk LBH, Siap Berikan Pendampingan Hukum Gratis bagi Wartawan dan Masyarakat Kepri

Suarasiber.com (Tanjungpinang) — Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) resmi membentuk...