Suarasiber.com (Jakarta) – Sejumlah pegawai dan pejabat Kemenkomdigi ditangkap polisi di sebuah ruko dengan dugaan terlibat judi online. Mereka dikabarkan mendapatkan uang Rp8 jutaan untuk setiap website judi online agar tidak diblokir.
Menkomdigi Meutya Hafid pun melaporkan hal tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Melansir Antara, Meutya menyebut jika Prabowo mendukung langkah Polri dan kementerian yang dipimpinnya dalam upaya memberantas praktik judi online yang melibatkan oknum aparat pemerintahan.
“Presiden menyampaikan bahwa langkah-langkah sudah betul, diteruskan,” katanya.
Meutya juga mengatakan kepada Prabowo jika pihaknya memberikan keleluasaan akses kepada penegak hukum untuk memeriksa pejabat dan pegawainya.
Jika diperlukan, kata Meutya, pihaknya tidak akan ragu untuk memfasilitasi pengembangan penyidikan,
termasuk memungkinkan kepolisian masuk ke kantor mereka.
“Agar kantor kami juga bisa menjalankan tugas dan fungsi yang diamanahkan Presiden dengan baik,” katanya.
Guna mencegah kejadian serupa terulang, Meutya menambah jumlah tenaga pengawas ruang digital untuk memantau kinerja para operator dalam menangani situs judi online.
Langkah lain yang juga ditempuh berupa menguatkan semangat nasionalisme melalui pelaksanaan apel rutin
tiga kali sehari di lingkungan Kemenkomdigi. Setiap pergantian shift, para pegawai melaksanakan apel sambil
menyanyikan lagu Indonesia Raya.
“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan semangat moral teman-teman dan mengingatkan kita semua akan
komitmen terhadap NKRI, seperti yang selalu diingatkan oleh Presiden,” ujarnya.
Meutya juga mengunggah pertemuannya dengan Prasiden Prabowo melalui Instagrmnya. (***/syaiful)
Editor Yusfreyendi





