Suarasiber.com (Batam) – Anggota DPRD Batam , Muhammad Fadli menyoroti kinerja lurah dan camat terkait konflik antara warga Teluk Bakau dan perusahaan saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), Rabu (20/22/2024).
Rapat ini digelar setelah terjadi aksi unjuk rasa usai ada penggusuran dan pembebasan lahan di Teluk Bakau RW 09, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa , Kota Batam.
Fadli yang memimpin RDPU, didampingi anggota dewan lainnya, yakni Anwar Anas, Jimy Simatupang , Tumbur Hutasoit, Musofa dan Ketua Komisi I, Jelvin Tan.
“Permasalahan ini sudah terjadi dari tahun 2022. Apa kerja Pak Lurah dan Pak Camat? Kenapa sampai sekarang orang ini tidak ada solusi? Berapa KK yang terdampak setahu Pak Lurah yang sudah beres? Dan solusi menurut Bapak apa?” Fadli bertanya dengan sungguh-sungguh.
Menurut Fadli, permasalahan antara warga dan perusahaan tidak akan terjadi apabila lurah dan camat setempat bisa memediasi permasalahan yang ada dan tidak membiarkan mereka.

“Jangan sampai Lurah dan Camat itu membiarkan mereka. Ini orang mau digusur. Banjir saja Lurah dan Camat harus turun. Apalagi ini warga mau digusur , mau direlokasi. Harus bisa memediasi agar clear di lapangan,” imbuhnya.
Senada dengan Fadli, Simeon Senang selaku Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), juga menyoroti keberadaan Lurah dan Camat.
Selain mempertanyakan keberadaan Lurah dan Camat, Simeon juga menyayangkan komunkasi yang tidak bagus.
“Soal pemberian kavling tidak jelas. Di sana ada rumah ibadah. Usaha kecil juga ada,” cecar Simeon dengan nada tinggi.
Simeon juga meminta agar tidak ada aktivitas apapun dari perusahan karena itu sangat mengganggu ketenangan dan keamanan warga di sana.
Ketegangan dan keributan sempat mewarnai jalan nya RDPU, walaupun semua itu berakhir dengan saling jabat tangan dan saling memaafkan. (***/jas)
Editor Yusfreyendi





