Sabtu, 29 November 2025

Kemenkes Diagnosis Penyakit dengan Tes Pemodelan AI

Tayang:


Suarasiber.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggunakan teknologi termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendiagnosis penyakit. Teknik ini sudah dilakukan di sejumlah rumah sakit.

Penggunaan AI ini dimaksudkan untuk mendapatkan diagnosis dengan lebih tepat demi mewujudkan kedokteran presisi.

Melansir Antara, Chief Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes Setiaji, Selasa (1/10/24), menjelaskan untuk kemajuan AI saat ini sudah dilakukan tes di beberapa rumah sakit untuk melihat dulu modelnya tepat atau tidak.


“Karena bisa saja bagus di luar, tetapi tidak bagus bagi kita, maka dites dulu untuk memastikan modelnya lebih tepat mendiagnosis penyakit-penyakit seperti kanker paru-paru, atau yang ada di otak, dari image (gambar) yang ada,” jelasnya.

Pemanfaatkan AI, imbuh dia, akan dioptimalkan untuk layanan kesehatan non-klinis terlebih dahulu agar dampaknya bisa lebih banyak menjangkau masyarakat.

Chief DTO Kemenkes pun memandang baik sekali hasil survei Future Health Index untuk bisa meningkatkan dan masuk ke cetak biru kepemimpinan berikutnya. Bagaimana pihaknya fokus meningkatkan cara untuk mendiagnosis, menangani penyakit, dan lain sebagainya.

“Karena AI itu sudah ada untuk yang non-klinis, misalnya hipertensi, nanti sebentar lagi juga akan masuk dalam Satu Sehat, jadi kita bisa lihat, ‘oh saya ini punya prediksi bakal kena hipertensi lho’, begitu,” terangnya.

Selain untuk mendeteksi hipertensi, AI juga akan digunakan untuk mendeteksi penyakit-penyakit lainnya seperti diabetes, bahkan hingga mendeskripsikan hasil timbangan anak di pos pelayanan terpadu (posyandu).

“Begitu ibu kita timbang di posyandu, kemudian nanti akan muncul video yang mendeskripsikan hasil timbangan dan sebagainya. Sekarang kita juga lagi tes untuk misalnya data foto rontgen, foto otak itu bagaimana AI bisa mengenal,” ujar Chief DTO Kemenkes.

Ia menyampaikan bahwa selain mempersiapkan model-model AI di beberapa rumah sakit, Kemenkes juga sedang mengoptimalkan AI untuk meningkatkan layanan antrean.

“Di sisi lain adalah bagaimana kita meningkatkan layanan, artinya antrean. Mungkin kita antre sekarang sudah bisa daring atau online, tetapi pada saat datang harus antre dan sebagainya, itu tantangan kita yang perlu kita antisipasi, termasuk saat ini kan ada banyak fasilitas kesehatan yang masih belum ada akses internet, sehingga saat ini kita sedang menggunakan salah satu teknologi satelit untuk daerah-daerah yang terpencil,” jelas Chief DTO Kemenkes.

Chief DTO Kemenkes juga mengatakan, saat ini 60 persen fasilitas kesehatan di Indonesia telah terintegrasi dengan sistem Satu Sehat.

Mulai dari rumah sakit, laboratorium hingga layanan primer sudah terintegrasi dengan sistem Satu Sehat, dan masyarakat bisa akses ke rekam medisnya melalui aplikasi Satu Sehat. Sekarang aplikasi Satu Sehat bisa diakses dengan login (masuk) sendiri dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Hal ini memungkinkan lantaran Kemenkes sudah kerja sama dengan Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, sehingga sebentar lagi juga bisa diakses dengan digital ID. (***/syaiful)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Presiden Prabowo dan Putra Raja Uni Emirat Arab Resmikan RS Jantung Berteknologi Tinggi di Solo

Suarasiber.com (Solo) - Presiden Prabowo Subianto bersama H.H. Sheikh...

YouTube Tuai Kritik Setelah Hapus Video Teknologi, Komunitas IT Soroti Moderasi Otomatis Berbasis AI

Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Platform YouTube kembali menjadi sorotan publik...

Presiden Prabowo Resmikan Airbus A400M/MRTT Alpha 4001 untuk Perkuat Alutsista Udara Indonesia

Suarasiber.com (Jakarta) – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan...

Menteri AI Pertama di Dunia, Diella dari Albania, Siap Lahirkan 83 Asisten Digital untuk Parlemen

Suarasiber.com (Albania) - Perdana Menteri (PM) Albania Edi Rama...