Minggu, 30 November 2025

Dokter di Malaysia Bunuh Diri Diduga karena Perundungan

Tayang:


Suarasiber.com – Menteri Kesehatan Malaysia, dr Dzulkefly Ahmad, mengatakan dirinya telah mengambil pendekatan tanpa toleransi terhadap perundungan.

“(Saya) akan tetap teguh pada kebijakan ini,” tulisnya di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, dikutip dari CNA, Rabu (18/9/2024).

Menteri Kesehatan Malaysia dan badan profesional medis telah menyerukan penyelidikan menyeluruh atas kematian dr seorang dokter Tay Tien Yaa (30).


Dokter ini bunuh diri diduga karena perundungan di Sabah, Malaysia. Dokter Tay mengepalai Unit Patologi Kimia di Rumah Sakit Lahad Datu.

Ia ditemukan tewas di rumah sewaannya pada 29 Agustus. Kematiannya viral karena saudara laki-lakinya mengunggah sebuah posting Facebook, mengklaim penyebab bunuh diri Tay karena perundungan di tempat kerja.

Dzulkefly Ahmad menegaskan, seluruh pegawai Kementerian Kesehatan berhak mendapatkan lingkungan kerja yang aman dan adil.

“Saya memahami bahwa budaya kerja yang ‘toksik’ ini masih ada, jadi para pelaku harus menghentikannya!” ujarnya, melansir detik.com.

Seruan untuk menyelidiki kasus ini juga datang dari Ikatan Dokter Malaysia. Presiden Ikatan Dokter Malaysia, Kalwinder Singh Khaira mengatakan komunitas medis memantau kasus ini secara seksama. Pihkanya akan menghargai respons yang cepat dan transparan.

Pihak keluarga dr Tay, melalui unggahan di Facebook mengatakan, kepergian dokter ini akan meninggalkan kenangan akan dokter yang baik.

Dokter Tay juga dikenal peduli, penuh perhatian, setia, dan seorang saudara perempuan, teman, kolega, mitra, serta pemimpin yang luar biasa.

“Dalam keterkejutan yang luar biasa karena kehilanganmu, keluarga dekat dan teman-temanmu dihantui oleh penyesalan, rasa bersalah, kesedihan, dan menyalahkan diri sendiri yang tak berkesudahan,” tulis saudara perempuan dr Tay.

Dokter Tay lulus dari Universitas Kedokteran Negeri Volgograd Rusia pada tahun 2013 dan pernah bekerja di Johor dan Kuala Lumpur sebelum menyelesaikan masternya di bidang patologi kimia tahun lalu di Universiti Kebangsaan Malaysia.

Dia menikah pada bulan September 2023. Pada bulan Februari tahun ini, ia mulai bekerja di Rumah Sakit Lahad Datu “dengan penuh harap”.

“Rumah sakit itu adalah tempat yang benar-benar baru dan asing baginya, dan dia terpisah dari suaminya yang telah menjadi pilar pendukungnya,” kata saudara laki-lakinya.

Dia berpegang pada janji yang diberikan kepadanya bahwa dia akan dipindahkan kembali ke semenanjung untuk memulai sebuah keluarga dengan suaminya setelah dua tahun bertugas di Rumah Sakit Lahad Datu.

Saudara laki-laki dr Tay mengklaim bahwa meskipun sudah terbebani dengan pekerjaan, dia malah dilimpahkan tanggung jawab lain oleh rekan senior yang “menganiaya dan menindas” dirinya.

“Beliau adalah seorang dokter luar biasa yang mengabdikan hidupnya untuk masyarakat, namun tekanan dan perundungan yang sangat besar di tempat kerjanya akhirnya membuatnya mengakhiri hidupnya,” tulisnya.

“Peristiwa tragis ini menyoroti masalah serius dalam industri medis, seperti stres di tempat kerja dan perundungan, yang masih terus terjadi,” tambahnya. (***/syaiful)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Dua ASN PPPK Terseret Peredaran Ganja, Satresnarkoba Tanjungpinang Bekuk Tiga Tersangka

Suarasiber.com,(Tanjungpinang) – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Tanjungpinang kembali...

Dituding Serobot Lahan,Agusriandi Lawan Balik: Pembelian Sah, Siap Tempuh Jalur Hukum

Agusriandi Agusriandi Lawan Balik: Pembelian Sah, Siap Tempuh Jalur Hukum. Selasa, (25/11/2025). Foto - Istimewa

Melindungi Calon Pekerja Migran: Kejati Kepri Tingkatkan Kesadaran Hukum melalui OM Jak Menjawab

Suarasiber.com,(Kejati Kepri) – Tanjungpinang. Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau kembali...

KJK Resmi Bentuk LBH, Siap Berikan Pendampingan Hukum Gratis bagi Wartawan dan Masyarakat Kepri

Suarasiber.com (Tanjungpinang) — Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) resmi membentuk...