Suarasiber.com – Sejumlah SPBU di Tanjungpinang mengalami antrean BBM Solar panjang hingga bahu jalan. Kondisi ini sudah terjadi beberapa hari terakhir.
Kendaraan yang antre kebanyakan berjenis angkutan umum maupun angkutan barang.
Hal ini membuat Disdagin Kota Tanjungpinang berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk memangas antrean tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany mengatakan antrean dikarenakan pendistribusian BBM masih kurang tepat sasaran.
Ia menyebut, tadinya jatah untuk angkutan itu hanya sekali 60 liter. Nyatanya bisa berulang ulang. Harusnya kuota 60 liyer per hari dipatuhi.
Riany pun menyorot pengguaan fuel card. “Kondisinya sekarang sudah tidak bisa lagi, satu kartu satu kendaraan. Sejak 1,5 bulan dilakukan penandatanganan PKS kita sudah progres pendaftaran dan 1.000 kendaraan yang telah mendaftar,” ujarnya.
Pemkot bekerja sama dengan Pertamina sebab mengingat user Fuel Card tersebut dari SPBU. Pihaknya akan mengenakan sanksi yang menyalahi penggunaan kartu itu,.
“Kita tidak mau ada oknum mengenai hal ini, jadi satu kartu satu kendaraan,” kata Riany, Rabu (10/7/2024).
Ditegaskannya, kendaraan yang dikenakan Fuel Card yakni pribadi dan angkutan. Rinciannya, roda empat maupun roda enam 30 liter/hari, kendaraan angkutan roda delapan atau roda enam 60 liter/hari dan kendaraan pribadi 20 liter/hari.
Target pendaftar di atas dua ribu untuk angkutan, belum kendaraan pribadi. Untuk syaratb pendaftaran ialah STNK asli atau bukti lunas dan KTP.
Lokasi pendaftaran Fuel Card bisa dilakukan di samping Pasar Puan Ramah Km 6 sekaligus dilakukan uji KIR, mulai 08.00 sampai 15.00 WIB. (***)





