Ada-ada Saja, Peramal India Prediksi Kiamat Tanggal 29 Juni 2024

Loading...

Suarasiber.com – Masih saja ada manusia yang memperkirakan kapan kiamat berlangsung. Kali ini peramal asal India, Kushal Kumar memperkirakan kiamat bakal terjadi 29 Juni 2024.

Lelaki yang dijuluki ‘New Nostradamus’ ini menyertakan beberapa pertanda untuk menguatkan prediksinya.

Kepada The Daily Star, ia mengatakan jika 18Juni 2024 memiliki stimulus planet terkuat yang memicu perang dunia ke-3.

Mengapa ia menyebut kiamat bakal terjadi 29 Juni, ada sejumlah tanda. Misalnya soal tembakan dilepaskan ke Zona Demiliterisasi (DMZ) antara Korea Utara dan Selatan ketika pasukan dari utara menyeberang ke DMZ pada hari Minggu.

Konflik di Israel juga disebut sebagai salah satu pertanda datangnya kiamat pada 29 Juni 2024.

“Saksikan skenario perang yang berkembang di titik-titik panas di seluruh dunia seiring berjalannya waktu,” tulis Kumar.

Kumar bukan satu-satunga peramal kiamat. Sebelumnya sudah ada beberapa yang melakukan hal sama meski akhirnya tidak terbukti.

Pertama ada Suku Maya yang menganggap 21 Desember 2012 sebagai kiamat karena akhir dari kalender suku Maya yang mereka sebut sebagai ‘Great Cycle’.

Berikutnya ramalam Y2K, di mana ada kekhawatiran kiamat pada 1 Januari 2000 karena sistem penanggalan komputer saat itu hanya mengenali dua digit terakhir tahun.

Namun, prediksi tersebut tidak terbukti benar. Teknologi komputer ternyata lebih cerdas daripada prediksi yang menimbulkan kepanikan, dan segalanya berlangsung seperti biasa.

Ke-3, William Miller yang merupakan pemuka agama, pada tahun 1831 mulai berkhotbah mengenai kedatangan hari kiamat dan meramalkan bahwa Yesus akan kembali dalam waktu 12 tahun.

Salah satu pengikutnya, Henry Emmons, bahkan menulis otobiografi tentang menantikan kedatangan Yesus, dengan berbaring sujud tanpa rasa sakit selama dua hari.

Sekitar 100 ribu orang mempercayai ramalannya, namun seperti kebanyakan ramalan kiamat, prediksi Miller tidak terbukti benar. Namun, prediksi tahun 1843 tidak terwujud.

Miller menghitung ulang dan menetapkan bahwa dunia akan berakhir pada tahun 1844. Prediksi ini juga meleset, dan kelompok pengikutnya, seperti Millerites, dibubarkan setelah kekecewaan tersebut.

Berikutnya saat Komet Halley muncul pada tahun 1910, setiap 76 tahun sekali, masyarakat dilanda kecemasan akibat ramalan kiamat. Masyarakat khawatir tentang kemungkinan tabrakan di langit dan penyebaran gas beracun.

Ada juga Harold Camping, peramal akhir dunia, telah membuat 12 ramalan berdasarkan interpretasi numerologi Alkitab. Pada 1992, ia merilis buku “1994?” yang meramalkan akhir dunia sekitar tahun tersebut.

Salah satu prediksinya yang paling mencolok adalah mengenai kiamat pada 21 Mei 2011, yang ia sambungkan dengan peristiwa air bah Alkitab.

Setelah tanggal tersebut berlalu tanpa insiden, Camping menyatakan bahwa matematikanya tidak akurat dan menunda akhir dunia hingga 21 Oktober 2011. Prediksi ini juga ternyata tidak terbukti benar. (***/syaiful)

Editor Yusfreyendi

Loading...