Sabtu, 29 November 2025

Berikut Ini Rumus Mencampur Warna CMYK dan RGB

Tayang:


Suarasiber.com – Mencampur warna adalah proses menggabungkan dua atau lebih warna untuk menciptakan warna baru. Terdapat beberapa model warna yang digunakan untuk mencampur warna, di antaranya adalah model substraktif dan model aditif.

Terdapat beberapa referensi yang dapat Anda gunakan untuk mempelajari lebih lanjut tentang rumus mencampur warna:

  • “Color Science: Concepts and Methods, Quantitative Data and Formulae” oleh Günther Wyszecki dan W. S. Stiles – Buku ini memberikan dasar-dasar ilmiah tentang teori warna, termasuk rumus-rumus yang terkait dengan pencampuran warna.
  • “Color and Light in Nature” oleh David K. Lynch dan William Charles Livingston – Buku ini membahas fenomena alam yang berkaitan dengan warna dan cahaya, termasuk pencampuran warna.
  • “Color Appearance Models” oleh Mark D. Fairchild – Buku ini membahas model-model penampilan warna yang digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk model-model untuk pencampuran warna.
  • “Computer Graphics: Principles and Practice” oleh James D. Foley, Andries van Dam, Steven K. Feiner, dan John Hughes – Buku ini membahas prinsip-prinsip dasar grafika komputer, termasuk pencampuran warna dalam konteks tampilan digital.
  • “The Science of Color” oleh Steven K. Shevell – Buku ini memberikan tinjauan komprehensif tentang ilmu warna, termasuk konsep pencampuran warna.
  • Situs web seperti Wikipedia – Artikel-artikel Wikipedia tentang teori warna dan model-model warna menyediakan penjelasan yang cukup baik tentang rumus-rumus pencampuran warna.

Dengan menggunakan referensi ini, Anda dapat memperdalam pemahaman Anda tentang rumus pencampuran warna dan menerapkannya dalam berbagai konteks.


Rumus mencampur warna

  • Model Substraktif (CMYK untuk pencetakan, dan CMY untuk tampilan warna pada layar):
    Cyan (C), Magenta (M), dan Kuning (Y) adalah warna dasar dalam model substraktif. Ketika warna-warna ini dicampur, mereka menciptakan warna lain.
    Rumus untuk mencampur warna dalam model substraktif adalah sebagai berikut:
    Jika warna Cyan dicampur dengan Magenta, maka akan menghasilkan Biru.
    Jika warna Magenta dicampur dengan Yellow, maka akan menghasilkan Merah.
    Jika warna Yellow dicampur dengan Cyan, maka akan menghasilkan Hijau.
  • Model Aditif (RGB untuk tampilan warna pada layar):
    Merah (R), Hijau (G), dan Biru (B) adalah warna dasar dalam model aditif. Ketika warna-warna ini dicampur, mereka menciptakan warna lain.
    Rumus untuk mencampur warna dalam model aditif adalah sebagai berikut:
    Jika warna Red dicampur dengan Green, maka akan menghasilkan Kuning.
    Jika warna Green dicampur dengan Biru, maka akan menghasilkan Cyan.
    Jika warna Biru dicampur dengan Red, maka akan menghasilkan Magenta.
    Contoh penggunaan rumus ini adalah jika Anda mencampurkan warna Cyan dengan Magenta dalam model substraktif, hasilnya akan menjadi Biru. Jika Anda mencampurkan warna Red dengan Green dalam model aditif, hasilnya akan menjadi Kuning.

Rumus yang paling banyak digunakan tergantung pada konteks penggunaannya. Secara umum, dalam dunia pencetakan, model warna substraktif (CMYK) lebih umum digunakan karena mencakup warna dasar yang lebih sesuai dengan cara tinta mencampur di atas kertas. Model warna CMYK ini sering digunakan dalam mencetak gambar atau teks pada media seperti kertas, kain, atau bahan cetakan lainnya.

Di sisi lain, dalam dunia tampilan digital seperti layar komputer, televisi, dan perangkat elektronik lainnya, model warna aditif (RGB) lebih umum digunakan. Ini karena layar menggunakan lampu atau LED untuk menghasilkan warna, dan campuran warna dasar RGB (merah, hijau, biru) menciptakan spektrum warna yang lebih luas dan akurat.

Jadi, pemilihan rumus tergantung pada media yang digunakan dan tujuan akhir penggunaan warna tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari kedua rumus pencampuran warna, yaitu model substraktif (CMYK) dan model aditif (RGB):

Model Substraktif (CMYK):

  • Kelebihan:
  • Cocok untuk pencetakan dan media yang menggunakan tinta, seperti kertas, kain, dan lain-lain.
  • Mampu menciptakan warna yang lebih dekat dengan warna yang terlihat oleh mata manusia dalam kondisi normal.
  • Dapat menciptakan warna hitam dengan menggunakan semua tinta dalam jumlah yang cukup, meskipun biasanya juga ada tinta khusus hitam (K) untuk hasil yang lebih baik.
  • Kekurangan:
  • Tidak dapat menciptakan sebagian besar warna terang dan jenuh yang dapat dihasilkan oleh model aditif (RGB).
  • Terbatas dalam reproduksi warna yang sangat terang atau bercahaya, seperti warna neon atau fluo.

Model Aditif (RGB):

  • Kelebihan:
  • Cocok untuk tampilan digital, seperti layar komputer, televisi, dan proyektor.
  • Mampu menciptakan warna yang sangat terang dan jenuh.
  • Lebih cocok untuk menampilkan efek warna seperti kilauan atau animasi yang kompleks.
  • Kekurangan:
  • Tidak cocok untuk pencetakan karena tidak dapat menghasilkan warna yang sama dengan model substraktif (CMYK).
  • Tidak dapat menghasilkan warna hitam murni dengan campuran warna dasar, meskipun warna hitam dapat dibuat dengan menyalakan semua lampu LED dalam intensitas maksimum.

Pemilihan model warna yang tepat tergantung pada kebutuhan dan media yang akan digunakan. Jika untuk mencetak, model substraktif (CMYK) lebih sesuai, sementara model aditif (RGB) lebih cocok untuk tampilan digital. (syaiful)

Editor Ady Indra P

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Tips Menyimpan Daging Kurban agar Tetap Segar di Kulkas

Suarasiber.com (Tanjungpinang) - Menyimpan daging kurban dengan benar sangat...

Mengenal TwoTrees TTS-55 Pro: Mesin Laser Engraving dan Cutting Serbaguna

TwoTrees TTS-55 Pro adalah mesin laser engraving dan cutting...

Mengapa Makanan Basah Penting untuk Kesehatan Kucing Anda

Sebagai pemilik kucing, Anda tentu ingin memberikan yang terbaik...

Teknik-teknik Penanganan Banjir di Berbagai Dunia

Suarasiber.com (Tanjungpinang) Berbagai negara telah menerapkan teknik dan strategi...