Sabtu, 29 November 2025

Wabup Osit Buka Rakor Antisipasi Ketidakpastian Bencana di Bintan

Tayang:


BINTAN (suarasiber.com) – Wakil Bupati Bintan Ahdi Muqsith membuka Rapat Koordinasi dan Penyusunan Rencana Kontingensi di Kabupaten Bintan. Rakor tersebut bertujuan untuk mempersiapkan segala sesuatu sebagai antisipasi ketidakpastian bencana yang cukup rentan sesuai dengan geografis wilayah.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Osit menyampaikan terimakasih kepada Basarnas yang selama ini sangat bersinergi dalam mengantisipasi maupun melakukan tindakan cepat dalam bidang pencarian dan pertolongan (Search and Rescue).

“Sinergi yang selama ini terbangun merupakan wujud kebersamaan dalam memberikan rasa aman dan tentram bagi masyarakat. Terimakasih untuk semua dedikasi dan pengabdiannya kepada semua personil Basarnas” ungkapnya saat memberikan sambutan, Selasa (07/11) di Gedung Convention Hall Bhadra Resort.


Bintan sendiri secara geografis cukup aman dari resiko gempa maupun gunung berapi. Namun demikian, cuaca ekstrim dan kemarau terkadang menjadi ancaman yang patut diantisipasi.

Melalui Rakor ini diharapkan semua pihak dan stake holder yang ada bisa semakin bersinergi sesuai dengan kewenangan masing-masing. Masyarakat juga diminta untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca khususnya pemukiman di wilayah pesisir dab para nelayan yang berhubungan langsung dengan lautan.

Melansir sejumlah sumber, kontingensi adalah konsep dalam ilmu manajemen yang merujuk pada situasi atau peristiwa yang tidak dapat diprediksi atau direncanakan sebelumnya. Ini adalah situasi di mana hasilnya tidak pasti dan tergantung pada berbagai faktor, termasuk keadaan yang mungkin terjadi di masa depan.

Dalam konteks manajemen, kontingensi mengacu pada pendekatan yang mengakui bahwa tidak ada satu metode atau pendekatan manajemen yang cocok untuk semua situasi. Sebaliknya, manajer harus menyesuaikan tindakan dan keputusan mereka dengan kondisi dan faktor-faktor yang ada.

Salah satu tokoh yang terkait dengan teori kontingensi dalam manajemen adalah Fred Fiedler. Fred Fiedler adalah seorang psikolog sosial yang dikenal karena mengembangkan teori “situational leadership” atau kepemimpinan situasional. Teorinya menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan tergantung pada kesesuaian antara gaya kepemimpinan seseorang dan situasi tertentu. (***/syaiful)

Editor Yusfreyendi

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

UMKM Bangkit! Desa Ekang Anculai Sajikan Festival Kuliner Tradisional dan Pawai Budaya 2025

Salah satu objek wisata di Ekang Anculai. Foto - Istimewa via Instagram travel_tanjungpinang

DPRD dan Pemkab Bintan Sahkan Ranperda APBD 2026, Bupati Roby Tegaskan Komitmen Pembangunan Daerah

new.suarasiber.com/,( Bintan ) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

Peringati Hari Guru Nasional 2025, Bupati Bintan: “Guru Adalah Pilar Kemajuan Bangsa”

new.suarasiber.com/,( Bintan ) - Pemerintah Kabupaten Bintan menggelar Upacara...

APBD 2026 Dibahas: Bupati Roby Hadirkan Dua Ranperda Strategis di Rapat Paripurna DPRD Bintan

new.suarasiber.com/,(Bintan) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan...