free page hit counter

Berikut 22 Kejuruan di BLK Karimun, dari Teknik Otomotof hingga Desain Batik

Loading...

Suarasiber.com – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad mengatakan dibangunnya Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Karimun untuk mengimbangi keberadaan kabupaten ini yang menjadi salah satu Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBB) di Kepulauan Riau.

Saat ini pembangunan BLK masih dikerjakan dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2022 ini. Rencananya Workshop BLK Karimun ini akan memiliki 22 kejuruan yang nantinya akan melatih keterampilan pra kerja masyarakat Kabupaten Karimun sebelum masuk ke dunia industri.

Daftar kejuruan yang direncanakan meliputi Teknik Manufaktur, Teknik Las, Teknik Otomotif, Teknik Listrik, Teknik Elektronika, Bangunan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Garment Apparel, Tata Kecantikan, Tata Busana, Pariwisata, Pertanian, Perikanan, Agribisnis, Desain Batik, Pengolahan Kulit, Pekerjaan Domestik, serta beberapa kejuruan lainnya.

Proyek pembangunan Workshop BLK Karimun ini merupakan proyek Pemerintah Provinsi Kepri dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kepulauan Riau yang bersumber dari dana APBD Provinsi Kepri tahun 2022 dengan serapan anggaran sebesar Rp7, 999 miliar yang pengerjaannya ditargetkan rampung di akhir tahun 2022 ini.

Pemaparan ini disampaikan Gubernur Ansar saat memberikan kuliah umum dengan tema “Peran Pemuda Untuk Kepri di Masa Depan” di Gedung Nasional, Tanjungbalai Karimun, Sabtu (29/10/2022).

Di hadapan mahasiswa dan civitas akademik Universitas Karimun, Gubernur Ansar memaparkan kebijakan pengembangan wilayah Kabupaten Karimun untuk 2021-2026. Kabupaten Karimun sebagai pengembangan pusat industri maritim, perikanan dan kelautan serta kawasan industri Free Trade Zone (FTZ).

Gubernur Ansar mengatakan, untuk mewujudkan Karimun sebagai kawasan industri maka pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Karimun harus diutamakan. Hal ini dikarenakan untuk menjadikan Karimun sebagai daerah yang diminati investor maka SDM di Karimun harus mempunyai paket skill yang tinggi dan mumpuni.

“Kita harus menyadari betul kalau potensi di Kepri untuk masa depan bisa kita manfaatkan dengan baik, karena di Kepri sudah ada tiga kawasan yang menjadi kawasan perdagangan bebas. Terutama untuk Kabupaten Karimun yang masih punya banyak kawasan untuk dikembangkan menjadi daerah industri,” ujar Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar juga menyebutkan Pemerintah Provinsi Kepri, Pemkab Karimun dan Kementerian Perhubungan terus menggesa pembangunan infrastruktur di Karimun untuk mendukung KPBPB Karimun. Diantaranya adalah perluasan Bandara Raja Haji Abdullah agar bisa dilandasi pesawat berbadan lebar seperti Boeing 737 sehingga mampu menbuka rute langsung dari Karimun ke berbagai kota.

Pengembangan bandara dilakukan dengan menambah panjang dan luas landasan pacu, yakni 2.000 meter x 45 meter. Sesuai dengan perencanaan, pembangunan dan pengembangan landasan pacu tersebut dilakuksan secara bertahap hingga Desember 2024. (jlu/suradi)

Editor Yusfreyendi

Loading...