free page hit counter

Keresahan 20 Tahun Para Pelukis Batam Pecah, Lahirlah KSB

Loading...

Suarasiber.com – Sejumlah pengurus komunitas pelukis di Kota Batam, Provinsi Kepri berkumpul untuk “memuntahkan” keresahan yang mereka alami.

Setidaknya, dalam 20 tahun terakhir nyaris tak ada kegiatan yang melibatkan para pelukis. Selama ini mereka berkarya sendiri-sendiri.

Mencari job masing-masing. Sesekali jika ada yang mendapatkan job lumayan besar, ia akan membaginya dengan teman-temannya.

Di sebuah rumah di Batam Center, Senin (16/5/2022) mereka sepakat mendeklarasikan Komunitas Seni Rupa Batam yang disingkat KSB.

Pertemuan ini juga memunculkan sejumlah nama dalam kepengurusan. Terpilih sebagai Ketua KSB ialah Zainal Hafizhin atau Cak jay.

“Kami memang tak pernah mendapatkan panggung. Sementara seni atau budaya lain, sering mengadakan acara. Jadi KSB lahir karena keadaan yang semakin tak berpihak kepada kami,” tuturnya, Kamis (19/5/2022) via telepon.

Komunitas pelukis yang hadir diantaranya Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) Cabang Batam, Plong Design Studio, Batam Network, Kolcai, Batam Schecter, Bengkong Art Community, Komunitas Kaligrafi, dan Batam Corat Coret, (BCC), Shella Art, Nongsa Art Community.

Zainal berharap berdirinya KSB sebagai wadahnya komunitas pelukis ini diharapkan mampu menjadi aspirasi dan perjuangan seni di Batam, khususnya seni rupa.

Sementara itu sekretaris terpilih KSB, Wahyu Sulaiman, menyampaikan usai deklarasi akan dilanjutkan dengan membuat legalitas organisasi.

“Kami sudah menyiapkan kebutuhan administratif untuk kebutuhan legalitas. Karena berdasarkan kesepakatan teman-teman tadi malam menginginkan adanya legalitas,” tambahnya.

Wahyu juga menekankan bahwa KSB sangat terbuka bagi pelukis lain yang belum sempat mengikuti deklarasi untuk ikut bergabung.

“Kami akan segera berkomunikasi dengan komunitas-komunitas seni rupa lain di Kota Batam untuk ikut bergabung di KSB. Dan saya yakin mereka (komunitas pelukis) akan welcome,” tambahnya.

Selain Zainal dan Wahyu, pengurus lainnya ialah Haryono Mulyono
sebagai penasihat, Ari Salwa sebagai bendahara, Divisi Litbang dijabat Abidin dan Andhika.

Divisi Humas diserahkan kepada Wahyu IPI dan Ragil. (eko)

Editor Yusfreyendi

Loading...