free page hit counter

Pegiat Pariwisata Kepri Galau, Hasilnya Pernyataan Sikap, Ansar: Paham dan Akan Serahkan ke Pusat

Loading...

Suarasiber.com – Sejak wabah Covid-19 melanda di tahun 2020, sektor pariwisata di seluruh dunia ambruk. Termasuk di Indonesia dan di Provinsi Kepri, yang hingga kini masih mati suri.

Asa industri pariwisata menyala lagi muncul, seiring diskresi travle bubble dari Presiden Jokowi untuk Bali, Batam, Bintan.

Masalahnya, pariwisata di Batam dan Bintan tak bisa lepas dari kebijakan pemerintah Singapura serta Malaysia.

Ini membuat galau pegiat pariwisata di Batam, Bintan dan Kepri umumnya. Kegalauan yang juga dipahami Gubernur Kepri H Ansar Ahmad SE MM.

Hebatnya, kegalauan itu menghasilkan pernyataan sikap. Yang akan diserahkan Ansar ke menteri terkait di Jakarta akhir pekan ini atau awal pekan depan.

Hal itu tercermin dari pertemuan antara pegiat pariwisata Kepri, yang tergabung dalam Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kepri dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Kepri dengan Ansar Ahmad, Selasa (26/10/2021) di Graha Kepri, Batam. 

Adapun pernyataan sikap pegiat pariwisata itu, antara lain:

1. Mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam rangka penerapan travel bubble di Bali, Batam dan Bintan.

2. Mendukung kebijakan pemerintah pusat untuk merealisasikan penerapan travel bubble di Kepri, khususnya di Batam dan Bintan.

3. Mengusulkan dibukanya pintu masuk laut dari Singapura dan Malaysia dengan kesiapan penuh menerapkan standar Cleanliness, Healthy, Safety, Environment (CHSE) dengan ketat serta capaian vaksinasi di atas 80 persen.

4. Mendorong pemerintah pusat melakukan pembicaraan intensif dengan pemerintah Singapura dan Malaysia, dalam pembahasan kerjasama khusus pembukaan koridor perjalanan wisatawan antarnegara ke Kepulauan Riau. 

“Saya sangat mengapresiasi semangat dan perjuangan bapak ibu pelaku dan asosiasi pariwisata Kepri untuk menggerakan kembali pariwisata di daerah kita ini.

Saya juga sangat paham bagaimana kondisi bapak ibu saat ini setelah hampir 2 tahun dengan wabah Covid-19.

Untuk itu semua saran dan masukan yang telah bapak ibu buat dan tandatangani akan saya bawa menghadap menteri terkait,” kata Ansar.

ungkap Gubernur Ansar,  Selasa (26/10) di Graha Kepri, Batam. 

Ansar akan menyampaikan surat pernyataan tersebut kepada Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Kemenko Ekonomi dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Bukan itu saja, Ansar juga mengungkapkan sangat mengerti dengan kesulitan yang dialami oleh insan pariwisata di Kepri akibat pandemi Covid-19.

Namun, Ansar minta pengertian atas kebijakan pemerintah pusat terkait berbagai aturan yang terkait Covid-19, yang juga menjadikan pembukaan travel bubble  mengalami beberapa kali penundaan. 

“Pak Presiden Joko Widodo sangat hati-hati sekali menjaga kondisi berbagai daerah yang sudah bisa mengendalikan Covid-19 hingga mencapai PPKM level 1. Sangat waspada agar tidak terjadi ledakan ketiga,” ujarnya. 

Di samping itu, Gubernur Ansar juga memberi semangat kepada pelaku dan pengelola kawasan wisata untuk membuat paket-paket wisata murah untuk wisatawan dalam negeri agar sektor pariwisata tidak mati. (mat)

Loading...