free page hit counter

Fakta Novi Rahman yang Kena OTT, Hafiz dan Pemilik 36 Perusahaan

Loading...

Suarasiber.com – Sebelum terjun ke dunia politik, Novi Rahman Hidayat adalah pebisnis ulung. Ia bahkan memiliki 36 perusahaan.

Perusahaan itu bahkan sebagian dirintisnya sejak masih SMA. Saat Pilkada untuk periode 2018 – 2023, popularitasnya hanya 8 Persen.

Mengandalkan dukungan suara dari ribuan karyawan perusahaannya di Nganjuk, Novi mampu melesatkan popularitasnya.

Para karyawanlah yang memasang 6.500 lebih poster besar di Nganjuk. Posternya sederhana, hanya foto berkemeja putih berkopiah hitam. Tak banyak kata-kata selain: Mas Novi, Calon Bupati.

Dikutip dari disway.id, popularitas Novi langsung melesat ke angka 70 persen. Dan benar akhirnya ia menang.

Dari tulisan Dahlan Iskan, seperti dibaca suarasiber.com, Novi punya tambang nikel, batubara, 120 BPR dan sebagainya.

Gajinya sebagai bipati diserahkan ke lembaga kesejahteraan rakyat. Ia tak pakai mobil dinas bupati.

Semua ASN harus membayar pajak, hasilnya untuk mengentaskan kemiskinan.

Setiap jumat Novi juga khotbah dari masjid ke masjid. Bupati Nganjuk ini memang pernah belajar di pondok pesantren.

Akhir 2018 adalah gebrakannya yang mengejutkan masyarakat. Hari terakhir Desember, dikumpulkannya kepala dinas yang mengira itu perayaan malam tahun baru.

“Ternyata Novi memberi hadiah tahun baru yang tak biasa: 18 kepala dinas diganti. Berlaku malam tahun baru itu juga,” tulis Dahlan Iskan.

Karena gebrakannya, Novi juga pernah diundang sebagai tamu di acara Hitam Putih Trans7 pada 18 Desember 2019 lalu.

Dilihat dari kanal YouTube Trans7 Official, Novi kala itu mengatakan Nganjuk dijadikannya penopang utama perekonomian Jawa Timur.

Ia mengubah sistem perizinan, yang dulu dua tahun menjadi hanya 14 hari.

Hasilnya, setahun kemudian, ada 32 perusahaan masuk Nganjuk dengan investasi 7,8 triliun dan mampu menyerap 40 ribu tenaga kerja.

Novi juga membangun Kawasan Industri Nganjuk (KING). Tak heran jika ditangkapnya Novi membuat banyak orang terkejut.

Pasalnya, bupati sebelumnya yakni Taufiqurrahman juga ditangkap KPK. Penangkapan Taufiqqahman kala itu bahkan membuat sebagian warga syukuran karena selama memimpin sang bupati dinilai otoriter.

Novi juga seorang hafiz atau penghafal Al Qur’an. Jejak yang juga diikuti kelima anaknyanya.

Bahkan anak sulungnya kuliah di Darul Mustofa, Yaman.

Tak heran jika kemudian Pemkab Nganjuk juga mempunyai program pemberian beasiswa bagi anak Panti Asuah yang hafal Al-Quran. (fut)

Loading...