free page hit counter

PKK Lingga Gelar Pelatihan Table Manner, Apa Itu? Baca di Sini Penjelasannya

Loading...

Suarasiber.com – Table manner and grooming, itulah fokus pelatihan yang digelar oleh TP PKK bekerja sama dengan Bagian Umum dan Prokopim Sekretariat Daerah Lingga.

Pelatihan table manner & grooming ini berlangsung di Gedung Daerah Junjung Budaya, Kelurahan Daik, Kecamatan Lingga, Kamis, (18/3/2021).

Kepala Bagian (Kabag) Umum Pemkab Lingga, Afrianola Wisnu Beata mengucapkan terima kasih kepada Ketua PKK Lingga, Maratusholiha Nizar yang telah memberikan masukan atau ide, sehingga terselenggara kegiatan ini.

Latihan ini menurut Wisnu sangat bermanfaat. Terutama kala melayani jamuan resmi ketika ada kunjungan pejabat dari pusat.

Sekretaris Program Studi Magister Terapan Politeknik Pariwisata Batam, Eva Amalia yang diundang sebagai narasumber juga mengatakan ilmu ini sangat berguna.

Sementara Ketua TP PKK Lingga, Maratusholiha Nizar menyampaikan, pentingnya diadakan pelatihan untuk proses pelayanan terhadap tamu serta menjalin relasi.

Table Manner Adalah

Dilansir dari Wikipedia, table manner artinya sebuah aturan umum yang digunakan ketika sedang mengonsumsi makanan, termasuk di dalamnya penggunaan alat-alat makan hingga posisi duduk yang baik.

Aturan table manner adalah seperangkat aturan dan prinsip yang mengatur bagimana proses dan tata cara yang sesuai dalam jamuan resmi.

Prinsip ini sering ditemukan dalam berbagai jamuan baik itu dalam jamuan keluarga, jamuan bisnis, dan juga jamuan kenegaraan.

Beberapa aturan table manner misalnya mengatur soal jenis jamuan, posisi duduk, penggunaan alat makan, hingga penempatannya di meja makan.

Aturan Dasar

Pada dasarnya, setiap negara memiliki aturan table manner yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh konteks adat dan budayanya.

Namun, Anda bisa menyimak beberapa aturan dasar table manner berikut ini yang umum berlaku di berbagai negara.

Aturan yang Harus Dilakukan

  • Duduk dengan posisi badan tegap dan rapi.
  • Letakkan serbet di atas paha.
  • Tunggu hingga semua orang duduk sebelum mulai makan.
  • Perhatikan atau tanya orang lain jika tak tahu cara makan sesuatu.
  • Minta tolong orang lain untuk mengambilkan makanan daripada merepotkan sendiri.
  • Kunyahlah makanan dengan mulut tertutup.
  • Bicaralah ketika mulut kosong.
  • Hanya bicarakan topik yang baik dan menyenangkan.
  • Gunakan pisau dan garpu untuk mencincang daging.
  • Ucapkan “permisi” dan “maaf” bila bersendawa.
  • Ucapkan “tidak, terima kasih” bila hendak menolak makanan atau sudah kenyang.
  • Ucapkan “permisi, izin ke…” sebelum meninggalkan meja makan.

Aturan yang Jangan Dilakukan

  • Jangan bicarakan hal-hal yang kotor atau topik tak menyenangkan.
  • Jangan minta tambah sebelum semua orang mendapatkan bagiannya.
  • Jangan mengambil makanan berlebihan.
  • Jangan gunakan garpu dan piring secara berlebihan.
  • Jangan langsung telan makanan.
  • Jangan mengunyah dengan mulut terbuka.
  • Jangan berbicara dengan mulut penuh makanan.
  • Jangan bermain-main di meja makan.
  • Jangan bersenandung atau bernyanyi di meja makan.
  • Jangan menyentuh kursi atau bersandar pada meja makan.
  • Jangan makan dengan tangan dan menjilati jari-jari.
  • Jangan menjauhkan piring setelah selesai makan.

Peralatan Table Manner

table-manner-1

Di bawah ini akan dijelaskan sejumlah peralatan hidang dasar beserta fungsinya masing-masing, diantaranya :

Sendok dan Garpu

Ada aturan tidak tertulis pada table manner di mana kita diharuskan menggunakan kedua alat makan ini saat menyantap hidangan seperti nasi ataupun sayur-sayuran.

Ukuran sendok dan garpu pun sebetulnya beragam dan memiliki fungsinya masing-masing. Misalnya, sendok jenis soup memang khusus digunakan untuk menyendok sup saja. Kemudian ada sendok yang khusus digunakan untuk menyantap sajian dessert.

Pisau dan Garpu

Ukuran pisau dan garpu pun beragam. Ada kalanya Anda akan berhenti menyantap nasi dan hanya sajian steak saja yang disediakan.

Jika sajian yang dihidangkan berupa daging dan sejenisnya, maka pisau dan garpu merupakan teman menyantap Anda. Cara menggunakan keduanya tidak sulit. Pertama-tama, Anda dapat memegang garpu di tangan kiri dan pisau di tangan kanan.

Kemudian tusuk daging menggunakan garpu, kemudian gerakkan pisau untuk memotong daging. Ada baiknya Anda memotong daging dari ujung piring dan potong dalam ukuran yang kecil-kecil. Setelah terpotong, gunakan garpu untuk menyantap hidangan.

Serbet

Menggunakan serbet juga memerlukan estetika yang harus Anda perhatikan. Caranya sangat sederhana. Anda cukup membentangkan serbet di atas lutut sesaat sebelum makan. Apabila Anda ingin menyeka mulut, cukup gunakan sudut serbet saja.

Ada variasi estetika penggunaan serbet seperti menggantungkannya di leher ketika sedang menikmati sajian, tetapi hal itu lebih lumrah di lakukan bangsa Eropa.

Chinaware

Mungkin sebutan ini terdengar asing di telinga Anda. Pada dasarnya chinaware adalah barang pecah belah seperti piring, mangkuk, dan cangkir yang terbuat dari keramik mengkilap. Chinaware sendiri memiliki varian yang bermacam-macam.

Platter, misalnya. Ini adalah sebuah piring yang memiliki tiga jenis ukuran; kecil, sedang, dan besar. Ada yang berbentuk oval, ada pula yang berbentuk persegi panjang. Biasanya piring yang berukuran besar diutamakan untuk menyajikan hidangan utama.

Untuk cangkir atau cups sendiri setidaknya memiliki enam varian. Ada cangkir yang dikhususkan untuk menyajikan hidangan sup, ada pula cangkir khusus kopi dan teh, hingga cangkir yang digunakan untuk menyajikan telur rebus yang lezat.

Sejarah Table Manner

Beberapa dari Anda mungkin bertanya-tanya, dari mana semua keelokan etika di atas meja ini bermula? Sekarang, mari kita pergi ke masa lalu sebentar untuk membahas secara singkat sejarah dari table manner di bawah ini.

Abad ke-15 merupakan tahun-tahun di mana masyarakat Prancis baru bisa menyantap hidangan di atas meja mereka dengan sikap yang lebih elegan. Pada awalnya, masyarakat Kota Cahaya tersebut masih memiliki kebiasaan menyantap daging-daging di atas meja makan dengan menggunakan tangan yang kurang higienis.

Tidak perlu waktu lama, Ratu Prancis, Catherine de’ Medici, memiliki gagasan bermanfaat di mana ia berencana menyulap kebiasaan masyarakat Paris yang semula nampak tidak memiliki etiket makan yang baik.

Singkatnya, etiket table manner yang dikembangkan dimulai dari bagaimana penataan posisi peralatan makan dan minum, hingga elok budi penggunaan serbet mulut. Mengatur sikap diri yang benar selama menikmati hidangan pun tidak ketinggalan.

Kemudian pada abad ke-18, istilah table manner mulai berkembang kepopulerannya di masyarakat Prancis. Penggunaan pisau di tangan kanan dan garpu di tangan kiri termasuk bagian dari lukisan sejarah tata cara makan yang berasal dari Prancis berkat Ratu de’ Medici.

Di sisi lain, ada juga yang menyebutkan bahwa sejarah table maner baru dikenal pada abad ke-17.

Table manner bisa dilakukan di kantor kantor atau bahkan saat undangan makan di rumah seseorang dengan kursi taman di tengah kebun. (man)

Loading...