free page hit counter

Zainal, Pelukis Pemandangan Alam yang Karyanya Hiasi Gedung BP Batam

Loading...

Lukisan pemandangan yang membuat mata terasa nyaman…

Dibuat pada tahun 2004 silam, yang hingga saat ini masih terpajang di dinding sejumlah ruangan di Kantor Pusat Badan Pengusahaan (BP) Batam, Batam Centre.

Sebenarnya oleh pelukisnya sudah diberi tanda, seperti lukisan lain pada umumnya. Ada namanya, tanggal pembuatan dan judul.

Namun kadang orang melupakan hal itu, lebih asyik memperhatikan lukisannya.

“Suatu hari saya dihubungi pejabat bagian rumah tangga Otorita Batam (sekarang BP Batam),” kenang Zainal Hafizhin, kepada suarasiber.com, melalui telepon, Selasa (23/2/2021).

lukisan-pemandangan-5

Tak pernah terpikir ia diminta untuk melukis sejumlah sudut Kota Batam kala itu. Dan bukan hanya satu lukisan.

Total ada 8 lukisan yang dipesan. Ukuran tiap lukisan termasuk sedang, yaitu 120 x 80 cm.

Dari hasil pengamatannya sebagai pelukis, akhirnya terpilihlah sejumlah sudut Kota Batam yang akan ditungkan ke atas kanvas dengan cat minyak.

Untuk mendapatkan gambaran, ia juga mendapatkan sejumlah foto referensi tentang tema lukisan yang akan dibuat. Karena itu menggambarkan progres pembangunan oleh Otorita Batam kala itu.

Maka lahirlah lukisan bertema Jembatan Barelang yang masih sunyi. Kalau kita ke sana sekarang, aduh ramainya bukan kepalang. Baik warga lau lalang maupun pendatang.

lukisan-pemandangan-4

Juga tema kampung tua, Pelabuhan Sekupang tahun 80-an, perahu pancung Belakangpadang.

Nah, kalau yang ini masih bisa dinikmati. Silakan sesekali melancong ke Batam dan singgahlah ke Pulau Penawar Rindu Belakangpadang.

Naik saja perahu pancung seperti di lukisan Zainal, dan nikmati percikan air di tengah deru suara mesin pancung yang bising. Nyatanya menyenangkan, kan?

“Saya juga melukis Pantai Nongsa, pelabuhan tahun 70-an, rumah tiang di Belakangpadang, permukiman warga di Pantai Nongsa,” terang lelaki yang kini Pemimpin Redaksi suaratempatan.com.

Sebuah koran online di bawah naungan Perkumpulan Anak Tempatan (Perpat) yang didirikan oleh Saparuddin Muda.

Lukisan Pemandangan dan Batin

lukisan-pemandangan-3

Zainal menceritakan, lukisan pemandangan alam, lukisan kanvas pemandangan atau sebutan lainnya memang kerap ia terima. Bahkan saat masih melanglang ke berbagai kota di Indonesia untuk “nyeniman” ia masih menyempatkan diri menerima pesanan lukisan pemandangan.

Lukisan yang kini ada di Gedung BP Batam itu kadang menimbulkan kerinduan tersendiri bagi pelukisnya.

Lelaki yang juga pemahat kelahiran Kota Ukir, Jepara, Jawa tengah ini mengenang kala foto yang dilukisnya dibuat.

“Ada semacam pertanyaan, dahulu kampung tuanya seperti itu, kini saya tahu kondisinya, ke depan kira-kira seperti apa, ya?” gumam Zainal, seperti diungkapkan kepada suarasiber.com.

Kala pesanan itu datang, Ketua Otorita Batamnya ialah Ismeth Abdullah. Kini Otorita Batam berganti baju menjadi BP Batam, dan dipimpin oleh H Muhammad Rudi.

Menurut zainal, lukisan pemandangan memberikan kesan damai, hijau dan menenangkan di ruangan tempatnya dipajang.

Dikerjakan Selama Dua Bulan

lukisan-pemandangan-alam

 

Nyaris saat mendapatkan tanggung jawab menyelesaikan lukisan pemandangan dari OB, Zainal pun menyiapkan segalanya. Batam bukan Yogyakarta, Bali, Bandung atau Jakarta.

Zainal harus memikirkan kanvasnya dan bingkai atau framenya. Lantaran masih memiliki relasi yang kuat antar seniman di Jawa, ia pun mendapatkan “peralatan tempur”nya.

Ia tahu, Otorita Batam adalah badan yang semua orang tahu, khususnya warga Batam. Zainal tak ingin memberikan lukisan pemandangan yang apa adanya.

Berpuluh tahun menggeluti dunia lukis dan pahat, ia gunakan teknik yang dikuasainya untuk membuat sketsa lalu mewarnainya.

Pekerjaan dua bulan, namun masih bisa dinikmati sampai hari ini. Zainal mengaku bangga bisa memberikan sedikit sumbangsihnya, meski lewat lukisan pemandangan. (man)

Loading...