free page hit counter

Berkantor 3 Hari di Bali, Menparekraf Catat 3 Hal Penting

Loading...

Suarasiber.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, sengaja berkantor 3 hari di Bali, 10 sampai 12 Februari 2021.

Selam tiga hari itu ia meninjau banyak lokasi wisata dan bertemu dengan pelaku usaha serta warga.

Hasilnya, ia menyimpulkan ada 3 hal penting yang bisa dilakukan untuk pariwisata di Bali.

Pertama adalah keinginan dan kesiapan masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali untuk segera dibukanya perbatasan dalam satu mekanisme travel bubble.
Termasuk aspirasi dari Pelindo III yang menginginkan pintu masuk wisman melalui laut juga bisa dibuka nantinya.

“Masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali memberikan sinyal kesiapan untuk Bali kembali segera dibuka dengan satu mekanisme free covid corridors,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, dibaca dari rilis resminya di kemenparekraf.go.id.

Menparekraf akan menyampaikan aspirasi ini ke pihak terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kesehatan, dan lainnya untuk mematangkan perencanaan.

Termasuk mengkaji untuk dimungkinkannya melakukan rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Bali juga Satgas Penanganan Covid-19 pada bulan Maret 2021.

Sebelumnya saat hadir di acara Rakerda PHRI DPD Bali, Sandiaga mengatakan, travel bubble nantinya akan mengusung konsep free covid corridors atau koridor bebas Covid-19.

Sebagai persiapan, Sandiaga meminta pelaku usaha pariwisata disiplin menerapkan protokol clean, healthy, safety, and environtment sustainability atau CHSE.

Kedua adalah harapan dari masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif Bali untuk mendapatkan prioritas vaksinasi.

“Termasuk juga beberapa program stimulus seperti softloan, program padat karya, dana hibah pariwisata, program BISA, serta sertifikasi CHSE,” kata Sandiaga.

Terakhir, ia melihat masyarakat Bali sudah siap menjalankan protokol kesehatan 3M (mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) serta 3T (testing, tracing, and treatment).

Ia pun berjanji akan mengusahakan ketiga hal tersebut terwujud sehingga industri pariwisata di Bali lebih hidup meski di tengah pandemi. (mat)

Loading...