free page hit counter

KKSS dan Warga Bugis Makassar Bakal Datangi Kanwil DJBC Kepri

Loading...

Suarasiber.com – Menyikapi penembakan yang menewaskan Haji Permata, Jumat (15/1/2022) lalu, sedikitnya 1.000 massa Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Batama direncanakan mendatangi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri di Karimun, Rabu (20/1/2021) mendatang.

Di sana, pengurus dan anggota KKSS Kota Batam melakukan aksi dengan mengajukan tuntutan. Penembakan tersebut dianggap melanggar HAM.

Ketua KKSS Kota Batam Masrur Amin mengatakan warga Bugis Makassar dari Jambi, Tembilahan, Sei Guntung, Kuala Enok, semuanya akan turun.

Massa dari Batam sendiri diperkirakan 1.000 orang. Terdapat 12 kecamatan di Batam, Masrur meminta per kecamatan mengirimkan 100 perwakilan warga.

Dikatakan olehnya, aksi massa di tengah pendemi ini akan tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

Apakah pihak berwajib memberikan izin tentang jumlah massa itu, pihaknya masih terus berkoordinasi.

“Bila dibatasi, cukuplah 50 orang per kecamatan, Biar ketua-ketuanya saja yang berangkat, yang dapat berargumentasi menyikapi fakta kasus penembakan oleh oknum petugas Bea Cukai,” ujar Masrur, seperti dilansir suarasiber dari kabarbatam.com.

Tututan yang akan disuarakan saat aksi nanti ialah agar seluruh yang terlibat dalam penembakan brutal, orang yang memberikan instruksi, termasuk Kepala Kanwil Bea Cukai Kepri untuk bertanggung jawab terkait penembakan tersebut.

“Kedatangan kami ingin mempertanyakan kenapa terjadi penembakan yang sangat brutal, tak manusiawi, dan sangat melanggar HAM. Kedua, kenapa jenazah Haji Permata tidak diserahkan ke pihak keluarga setelah dilakukan penembakan,” tegasnya.

Ketua KKSS Kota Batam ini menyoroti keterangan pers Bea Cukai yang pertama dan kedua terkesan kontradiksi, kontraproduktif dan itu membuat warga KKSS marah dan tidak terima.

“Tentu hal itu membuat kami semakin emosi dan bertanya-tanya. Kenapa Bea Cukai dendam seperti ini kepada Haji Permata,” terangnya.

Masrur Amin pun menjelaskan, pada keterangan pers pertama disebutkan Haji Permata melompat dari kapalnya. Sedangkan pada rilis kedua, pernyataan itu tidak ada lagi.

Membaca rilis tersebut, Masrur menduga ada hal-hal yang sifatnya direkayasa. “Kami warga Bugis Makassar tidak terima tokoh kami diperlakukan seperti ini. Kami akan tuntut dan berusaha untuk mengungkap siapa dalang dibalik peristiwa penembakan ini,” pungkasnya.

Soal rencana aksi ini juga dibenarkan Ketua BPC KKSS Kabupaten Karimun, Abdul Gafar.

“Iya, besok KKSS dari Batam informasinya akan datang ke Karimun sekitar seribuan orang,” kata Abdul Gafar, Minggu (17/1/2021), seperti dilansir dari batamnews.co.id.

KKSS Karimun, kata dia, hanya akan mengirimkan perwakilannya untuk bergabung. Ia juga mengatakan massa dari Batam resmi dan ada izinnya. (mat)

Loading...