Sabtu, 29 November 2025

Serap Aspirasi Pengusaha, Soerya Respationo Bakal Urai Benang Kusut di Kawasan FTZ Karimun

Tayang:


Suarasiber.com – Tingginya biaya ekonomi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, menjadi keluhan yang disampaikan sejumlah pelaku usaha di Kabupaten Karimun saat bertemu calon Gubernur Kepri HM Soerya Respationo di Lantai 7, Hotel Aston Batam, Minggu (29/11/2020) malam.

Para pengusaha dari berbagai jenis industri dan bidang mengungkapkan isi hatinya, terkait menurunnya perekonomian saat ini.

“Jika nanti Bapak Soerya Respationo terpilih seagai Kepala Daerah di Provinsi Kepri, Kalau kami boleh meminta, kiranya bapak bisa memperjuangkan diberlakukannya FTZ secara menyeluruh di kawasan Karimun,” jelas Eddy Asun, salah satu pengusaha di Karimun ini.


Mengingat, tambahnya, aturan yang ada sangat membuat sulit para pengusaha di karimun. Khususnya saat akan melakukan pemasukan barang maupun mengirim ke luar kawasan FTZ.

Hal ini sangat membuatnya bingung untuk melakukan aktivitas yang resmi dan sah. Sementara aturannya sangat memberatkan para pengusaha.

Namun jika melakukan kegiatan ilegal tentunya akan membahayakan diri sendiri, perusahaan dan karyawan.

“Untuk itu, kami meminta agar ada perhatian serius dari calon Kepala Daerah di Kepri nanti.

Kiranya bisa memberikan solusi yang terbaik untuk pengusaha. Terlebih lagi dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, pria yang berpasangan dengan Iman Sutiawan di Pilkada Kepri dan mengantongi nomor urut 1 ini, menegaskan akan melakukan inventarisasi akan semua produk-produk aturan perundang-undangan yang ada di Kepri.

Baik yang mengatur terkait FTZ atau Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di Karimun maupun Peraturan Pemerintah-nya (PP).

“Kalau kami diberikan kepercayaan untuk memimpin Kepri, kami akan menginventarisasi semua produk-produk aturan perundang-undangan yang ada di Kepri.

Mengingat, semua ini harus diputuskan melalui kajian-kajian yang sangat signifikan,” terang Soerya di hadapan para pengusaha.

Dan yang paling utama, adalah jangan sampai ada peraturan yang saling bertabrakan antara aturan yang satu dengan yang lain.

“Mengingat, jika sudah bertabrakan pasti akan berpotensi memunculkan biaya tinggi yang pada akhirnya akan merugikan konsumen atau masyarakat,” terangnya. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

KJK Resmi Bentuk LBH, Siap Berikan Pendampingan Hukum Gratis bagi Wartawan dan Masyarakat Kepri

Suarasiber.com (Tanjungpinang) — Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) resmi membentuk...

Paguyuban Lender DSI Gelar Pertemuan Penting Bahas Penyelesaian Dana Tertahan, Total Laporan Capai Rp 900 Miliar

Suarasiber.com (Jakarta) — Paguyuban Lender Dana Syariah Indonesia (DSI)...

Ini 3 Penyebab Ady Indra Pawennari Laporkan Lagi Beritakepri.id ke Dewan Pers

Suarasiber.com (Tanjungpinang) – Sengketa pemberitaan antara Ady Indra Pawennari...

Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) Hadirkan Kepedulian bagi Anak Panti Tanjungpinang

Suarasiber.com (Tanjungpinang) — Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) menunjukkan kepedulian...