free page hit counter

KKN di Tanjungpinang, Mahasiswa IPB Dirikan Pojok Membaca

Loading...

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Lima mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang tengah melaksanakan KKN-T melaksanakan program kerja pendirian Pojok Membaca.

Pojok Membaca yang diprakarsai lima hasiswa dari jurusan berbeda ini dilaksanakan di TPQ Al-Mujahiddin, Kampung Sidomulyo, Kelurahan Batu 9, Tanjungpinang.

Menurut salah satu mahasiswi, Amelia Pratama Putri, pendiriannya dilakukan secara bertahap.

“Kami mulai dari pengumpulan buku sumbangan anggota KKN-T, lalu kami pilah agar sesuai dengan kebutuhan,” tuturnya melalui rilis kepada suarasiber.com, Senin (28/9/2020).

Selanjutnya buku yang sudah dipilih diberi label, lalu disusun pada rak yang disiapkan peserta KKN-T IPB.

kkn-mahasiswa-ipb-2
Mahasiswa dan pengurus TPQ Al-Mujahiddin, menilai pentingnya budaya literasi. Foto – dok kkn ipb

Seluruh rangkaian proses di atas memakan waktu 3 hari. Ketika semuanya selesai, peresmian pun dilaksanakan pada tanggal 28 September 2020/

Ditambahkan Penanggung Jawab Program Kerja Pojok Baca, Alis, budaya literasi merupakan hal yang penting sejak usia anak-anak.

“Hal itulah yang mendasari kami memfasilitasinya dengan membuat Pojok Baca ini,” ujarnya.

Sementara itu Ketua TPQ Al-Mujahiddin, Dwi Rinawati mengucapkan rasa syukur dan terima kasih. Anak-anak TPQ sangat antusias dibukanya Pojok Membaca.

Mereka menggunakan waktu luang menunggu giliran mengaji dengan membaca beragam buku. Hal yang sama juga dilakukan anak-anak ketika mereka menunggu dijemput orang tuanya.

Bukan hanya membaca, anak-anak juga diajarkan bagaimana caranya bertanggung jawab. Salah satunya dengan mengembaluikan buku yang sudah dibaca ke tempatnya semula.

“Anak-anak TK lebih suka buku dengan banyak gambar. Ketika ingin tahu apa ceritanya mereka meminta bantuan kakak kelasnya untuk membacakan narasinya,” tutur Dwi.

Hal tersebut dianggap sebagai sebuah budaya yang baik karena sesama anak bisa saling membantu.

Orang tua siswa dan guru pun merasakan manfaatnya. Bagi guru, buku bisa menjadi referensi dalam mengajar atau menambah wawasan. Sementara ini, koleksi Pojok Baca hanya bisa dibaca di tempat.

“Kakak-kakak dari IPB bisa dikatakan sebagai pendobrak atau pelopor bagi teman-teman lain dalam merancang program kerja mereka. Alhamdulillah beberapa warga juga turut menyumbangkan buku bacaan,” ungkap Dwi. (mat)

Loading...