Ketiga KRI Cakra-401 yang sedang menjalani program overhaul di hangar Fasilitas Kapal Selam (Faskasel) PT PAL Indonesia (Persero).
Dilansir dari pal.co.id, kapal selam merupakan salah satu Alutsista yang memiliki daya penggentar (deterrence) tinggi. Ia memiliki karakteristik kerahasiaan yang tinggi, dapat beroperasi secara senyap, memiliki kapabilitas perang bawah dan permukaan, hingga kemampuan menyusupkan pasukan khusus di depan maupun belakang garis pertahanan musuh.
Untuk semakin memantapkan karakteristik tersebut, teknologi kapal selam pun berkembang seperti teknologi diesel elektrik yang semakin mengeliminasi kebisingan dan medan magnet sehingga sulit untuk dideteksi.
Atas dasar tersebut kepemilikan kapal selam menjadi keniscayaan bagi sebuah negara, khususnya negara pantai dan kepulauan. Absolute Deterrence Effect akan tercipta ketika sebuah negara tidak hanya mampu membeli armada kapal selam, namun juga memiliki kemampuan untuk membangun dan melaksanakan pemeliharaan kapal selam secara mandiri.
Melalui kemampuan penguasaan teknologi kapal selam, Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang mampu membangun dan melakukan pemeliharaan kapal selam.(mat)





