free page hit counter

PNS Wajib Berpolitik!

Loading...

Solusi Agar ASN Tidak Berpolitik

Meski situasi saat ini mewajibkan ASN yang ingin eksis, untuk berpolitik. Namun, sejatinya ASN memang tidak dibenarkan untuk berpolitik.

Untuk saat ini hanya ada satu cara, untuk membuat ASN tidak berpolitik. Caranya, ubah pasal-pasal di semua UU yang menyatakan kepala daerah adalah Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Selain untuk mendudukkan ASN netral, fungsi PPK seharusnya milik Sekretaris Daerah (Sekda), Sekjen dan pejabat karir yang selevel.

Pejabat politik seperti kepala daerah atau menteri, harus dilepaskan dari campur tangan atau intervensi ke urusan ASN.

Wacana pengubahan pasal PPK adalah kepala daerah, bahkan sudah dibahas oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi, menyampaikan wacana itu di sebuah forum diskusi terbatas.

Diskusi itu bertajuk, Pentingnya Peran ASN Sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa. Dan, diwartakan di portal KASN.go.id, 18 Juli 2019.

Bisa diklik di https://www.kasn.go.id/details/item/433-hapus-fungsi-ppk-bagi-pejabat-politik-kurangi-potensi-transaksi-jabatan-dan-pelanggaran-netralitas-asn

Hingga kini, wacana tersebut masih tetap wacana di atas kertas. Belum ada informasi kelanjutan dari diskusi tersebut.

Jauh sebelum KASN risau, Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng, sudah menyampaikan hal senada, Senin (5/2/2018).

Seperti dirilis di https://www.kppod.org/berita/view?id=628.

Menurut Robert, yang menjadi penyebab utama tidak netralnya ASN khususnya di daerah, adalah kepala daerah. Yang diberi kewenangan sebagai PPK.

Kewenangan super itu, membuat setiap ASN yang ingin punya jabatan rela melakukan segalanya untuk kepala daerah.

Jadi, selama pasal yang memberi kewenangan sebagai PPK kepada kepala daerah belum dicabut, setiap ASN wajib berpolitik. Dengan catatan, yang ingin punya jabatan bagus.

Silahkan melakukan apa saja, asal jangan sampai menggadaikan harga diri. Apalagi, sampai menjual diri. Semoga. (sigit rachmat)

Loading...