Sabtu, 29 November 2025

Kata Luhut, 500 TKA Ciptakan 5.000 Tenaga Kerja Ahli, Bukan Tukang Pacul

Tayang:


JAKARTA (suarasiber) – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang datang ke Indonesia tak lagi dipersoalkan.

Kata Luhut, kehadiran TKA terkait dengan pengembangan proyek hilirisasi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Luhut secara virtual dalam acara bincang Investasi di Tengah Pandemi secara virtual, Sabtu (25/7/2020).


“Semua hanya bicara tenaga kerja asing, kemarin datang 500 TKA. Anda tahu 500 ini ciptakan 5.000 tenaga kerja ahli, bukan tukang pacul,” kata Luhut.

Dengan cadangan nikel ore terbesar di dunia, juga dengan kualitas terbaik, Indonesia memang perlu mengembangkan hilirisasi.

Dari bahan tersebut bisa dihasilkan lithium baterai untuk mobil listrik. Pada tahun 2030, Eropa sepakat menggunakan mobil listrik.

Jika masih ada yang ribut-ribut soal TKA asal China, Luhut meminta mereka datang dan melihat langsung ke lokasi pengembangan.

Dilansir dari detik.com, Plt Dirjen Binapenta dan PKK Kemenaker, Aris Wahyudi mengatakan pemerintah bakal deportasi TKA China yang berada di Konawe, Sulawesi Tenggara jika melanggar ketentuan yang berlaku.

Dijelaskannya, mereka bekerja jangka pendek, dengan waktu maksimum kerja enam bulan. Tidak boleh lebih, kalau melanggar sanksinya langsung dideportasi. (mat)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

Provinsi Kepulauan Riau Raih Peringkat ke-2 Nasional dalam BKN Award 2025

**Suarasiber.com (Jakarta) - ** Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)...

Wamen Ekraf Irene Umar Dorong Anak Muda Bangun Usaha Kreatif Berorientasi Tujuan di BYC Fest 2025

Suarasiber.com (Jakarta) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan...

Panglima TNI Tinjau Gladi Model Latihan TNI 2025 di Mabes TNI Cilangkap

Suarasiber.com (Jakarta) – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto...

Bappenas dan Pemprov Kepri Siapkan Kantor Bersama di Tanjungpinang

Suarasiber.com (Tanjungpinang) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan...