free page hit counter

Antara Kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli dan Perda Pajak

Loading...

PAJAK saat ini menjadi sumber utama pendapatan RI, untuk membiayai pembangunan. Dan, membayar seluruh gaji serta tunjangan semua aparatur pemerintahan.

Juga untuk membiayai semua perjalanan dinas mereka.

Termasuk, untuk membiaya semua pembelian kendaraan dinas, berikut untuk operasional dan perawatannya.

Itu sebabnya publik di Tanah Air seakan tersentak, saat isu pajak gowes mencuat. Sukurnya, pajak gowes ternyata cuma rumor.

Wajar publik tersentak, karena pajak plus restribusi seakan sudah mengepung. Tak cuma dari pemerintah pusat, para pemimpin dan wakil rakyat di kabupaten dan kota juga terus berupaya membuat aturan daerah.

Aturan untuk melegalkan segala macam bentuk pungutan ke warganya. Hasilnya akan dibanggakan di meningkatnya angka Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pajak Ditarik, Penerangan Jalan Tetap Temaram

Padahal, sebesar apapun naiknya PAD akan digunakan untuk membiayai operasional eksekutif dan legislatif itu sendiri.

Fakta. Lihat saja pajak penerangan jalan umum. Pajaknya ditarik terus, tapi lampu jalannya masih tetap remang-remang.

Agak aneh juga melihat pola pikir orang-orang pintar di lembaga eksekutif dan legislatif di daerah. Yang berusaha menggenjot PAD dengan pajak dan restribusi dari warganya.

Padahal, nyaris semua daerah otonom dibentuk dengan satu tujuan, menyejahterakan warganya.

Tidak ada daerah otonom yang baru dibentuk, yang bercita-cita menarik pajak dan restribusi sebanyak-banyaknya dari warganya.

Tapi tidak ada juga yang bercita-cita untuk menjual suatu jasa di daerahnya, sebagai sumber utama APBD-nya. Meski daerahnya punya potensi geografis yang super.

Mudah-mudahan saja generasi para pemimpin daerah berikutnya, punya konsep nyata yang hebat. Untuk memperkaya warganya.

Bukan cuma bangga dapat banyak kucuran dari APBN, bukan cuma bisa membanggakan PAD besar. Tapi, habis untuk operasional mereka sendiri.

Mereka juga harus tahu, kalau mau. Bahwa, pajak terkait erat dengan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli 1776.

UU Stempel 1765

Pajak yang menggerakkan 13 koloni Inggris di Amerika menjadi kompak. Kekompakan menolak Undang-Undang Stempel 1765, yang menjadi pemicu Revolusi Amerika Serikat.

Revolusi yang meruntuhkan kekuasaan Raja Inggris di tanah Amerika. Dan, melahirkan negara baru, Amerika Serikat yang kini terdiri dari 50 negara bagian.

Hari ini, tanggal 4 Juli 1776, kemerdekaan Amerika Serikat dideklarasikan. Kemerdekaan yang berawal dari munculnya rasa senasib akibat terbitnya UU Stempel.

Presiden Donald Trump melalui rilis resmi di akun resmi Instagram @WhiteHouse, mengatakan, “244 years ago, 56 patriots gathered in Philadelphia and signed the Declaration of Independence. 

They enshrined a divine truth that changed the world forever when they said: “All Men Are Created Equal!”

Tanah jajahan Inggris, Spanyol, Belanda dan Prancis itu, kini sudah 244 tahun merdeka.

Para pemimpinnya juga sukses memperkaya rakyat Amerika. Pendapatan per kapita rakyatnya sekarang sekitar $54.500 US atau sekitar Rp763 juta per tahun.

Revolusi Amerika Serikat

Indonesia baru berusia 75 tahun. Dan, daerah otonomnya lebih muda lagi usianya.

Meski, banyak yang menuakan usianya melalui kenangan elok di masa lalu. Namun, usia tua bukan jaminan warganya lebih makmur.

Faktanya, daerah-daerah otonom masih berkutat pada pencarian pemimpin yang hebat. Kalau dapat sukur, kalau tak dapat terimalah nasib 5 tahun jalan di tempat.

Yang penting, jika tidak mampu menyejahterakan warganya, jangan pulak malah membebani dengan segala macam pungutan. Dengan mengatasnamakan Perda.

Sejahterakan dulu warganya, baru tarik pungutan, restribusi atau pajak!

Baca, pelajari dan pahami Revolusi Amerika. Mumpung Amerika Serikat sedang memperingati Hari Kemerdekaannya. Selamat Ulang Tahun ke-224 AS. (sigit rachmat)

Loading...