free page hit counter

Ironi Masuknya 38 Orang WNA China di PT BAI Bintan dan Covid-19

Loading...

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Masuknya puluhan pekerja warga negara China di  Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (31/3/2020), menampilkan wajah ambigu pemerintah.

Di satu sisi ada ribuan eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI), yang dipulangkan setiap hari dari Malaysia dan Singapura. Dan, bisa dipastikan mereka akan jadi pengangguran, yang dalam bahasa kerennya disebut pencari kerja.

Tak hanya itu di Kabupaten Bintan sendiri ada ratusan pekerja yang dirumahkan. Karena efek wabah corona membuat industri pariwisata di Bintan mati suri terkena tsunami.

“Kami suami istri sekarang duduk diam di rumah la. Kerja tak de. Dah cobe juge ngojek tapi tak de orang karena orang tak kelua rumah,” kata Edi warga Kawal, Bintan kepada suarasiber.com, Selasa (31/3/2020).

Edi tahu di PT BAI ada proyek besar yang perlu banyak tenaga kerja. Tapi Edi juga tahu, dia tak mungkin bisa bekerja di sana karena skillnya bukan di proyek.

“Entahlah nak cari rezeki ke mane menjelang lebaran ni,” ucapnya.

Sikap ambigu pemerintah juga terlihat terkait dengan penanganan wabah corona. Di satu sisi meminta warga berdiam di rumah, dilarang berkumpul-kumpul atau menyebabkan kerumunan dan lain-lain.

Agar penyebaran virus corona bisa dihambat. Akan tetapi, di sisi lain pemerintah justru membuka lebar keran masuknya pekerja asing atau China.

Hingga saat ini diperkirakan sudah ratusan orang WNA China yang masuk ke kawasan PT Bintan Inti Alumina (BAI) di Galang Batang, Bintan. Dan, sudah berlangsung sejak lama. Semua diam.

Sama seperti saar mendengar ratusan orang warga Bintan, dirumahkan sebagai efek corona.

“Ketahanan wilayah jadi rentan dari aspek ancaman bencana non-alam. Mulai dari fasilitas kesehatan, peralatan penanganan wabah Covid-19, jumlah tenaga medis sampai petugas pendukung.

Satu sisi masyarakat diminta #DirumahSaja. Tapi pembatasan WNA pada tataran implementasi masih saja “jebol” lagi-lagi dengan dalih ekonomi.

Ada standar ganda,” ujar Shahril, akademisi di Provinsi Kepri.

Informasi yang diperoleh redaksi, tim Wasnaker Provinsi Kepri dijadwalkan turun ke PT BAI Galang Batang, Bintan, Rabu (1/4/2020).

Sempat juga terdengar kabar, saat 38 orang TKA asal China masuk pelabuhan Tanjunguban, Selasa (31/3/2020), ditolak warga. Bahkan, warga sempat meneriakkan kalimat pulangkan mereka kembali ke China.

Tapi aparatur keamanan meminta warga tenang dan jika protes sampaikan ke instansi yang terkait. Warga terpaksa mengalah dan membiarkan 38 WNA China dan 2 WNI pendampingnya keluar pelabuhan Tanjunguban. (mat) 

Loading...