free page hit counter

Mengenal Tabebuya, Pohon yang Ditanam Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Gerakan Penenaman Pohon yang dilakukan di berbagai instansi juga berlangsung di Lemdiklat Polri, 13 Januari lalu.

Sebelum penanaman pohon, didahului dengan apel awal tahun 2020 di lapangan Widya Warapsari Sepolwan – Lemdiklat Polri. Apel dipimpin Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs. Arief Sulistyanto, M.Si diikuti para PJU Lemdiklat Polri, personel Sepolwan dan staf Rumah Sakit.

“Proses pendidikan dan latihan di lingkungan Polri saat ini harus mampu menjawab tantangan perkembangan masyarakat. Pada era milenial ini, teknologi akan mengikuti gaya hidup masyarakat,” kata Kalemdiklat.

Oleh karena itu, pergeseran perilaku masyarakat akan turut berubah beriringan dengan perkembangan teknologi. Kalemdiklat Polri berharap di tahun 2020 personel Lemdiklat mampu bekerja lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tinggalkan cara kerja yang rutinitas dan asal jadi, perencanaan kegiatan dan anggaran harus disesuaikan dengan perkembangan jaman,” tambahnya.

Di dalam Lembaga Pendidikan, harus mengajarkan nilai-nilai moralitas, integritas kepada peserta didik. Menanamkan pengetahuan kepolisian supaya paham filosofi dan tugas tanggung jawab sebagai seorang polisi.

“Supaya dapat menggunakan kewenangan dengan benar.
Pada saat ini banyak kerusakan lingkungan hidup yang telah terjadi, Sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan hidup, Polri mengadakan kegiatan Gerakan Penanaman Pohon di seluruh jajarannya,” sambung Kalemdiklat.

Kegiatan penanaman 1000 Pohon tersebut turut dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Gabungan 04 Lemdiklat Polri serta pengurus Bhayangkari PG 04 Lemdiklat Polri.

Dari foto yang ditampilkan di berita yang diunggah di laman lemdiklat.polri.go.id, tampak Kalemdiklat menanam pohon bernama tabebuya.

Lantas jenis pohon apakah tabebuya ini? Dari wikipedia, suarasiber mendapatkan informasi jika tabebuya memiliki nama latin Handroanthus chrysotrichus.

Tabebuya kuning atau Pohon terompet emas adalah sejenis tanaman yang berasal dari negara Brasil dan termasuk jenis pohon besar. Seringkali tanaman ini dikira sebagai tanaman Sakura oleh kebanyakan orang, karena bila berbunga bentuknya mirip seperti bunga sakura. Namun kedua tanaman ini sebenarnya tidak berkerabat.

Pohon tabebuya memiliki kelebihan di antaranya daunnya tidak mudah rontok, disaat musim berbunga maka bunganya terlihat sangat indah dan lebat, akarnya tidak merusak rumah atau tembok walau berbatang keras.

Tanaman Tabebuya memiliki bunga yang berbeda-beda warna. Ada warna kuning dan berbentuk terompet, ada juga yang berwarna pink, ungu, bahkan merah tua. tetapi varian yang sering dijumpai di Indonesia adalah yang bunganya berwarna kuning dengan panjang 3-11 cm, berbentuk terompet dan bergerombol.

Tabebuya pada musim berbunganya mampu menghasilkan jumlah bunga yang sangat banyak dan tidak putus sejak awal musim kemarau hingga menjelang musim hujan. Bahkan sekarang ini musim pembungaan tanaman ini dapat diatur melalui manipulasi pola pemupukan.

Habitat asli Tabebuya di Brasil berada di daerah dengan iklim kering, sehingga tanaman ini memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam cuaca kering. Hal ini sangat sesuai karena tanaman penghijauan umumnya dihadapkan pada kurangnya penyiraman disaat musim kemarau. Pohon ini adalah pohon hias populer yang dapat tumbuh di berbagai jenis tanah di daerah subtropis dan tropis.

Tabebuya adalah pohon dengan pemeliharaan rendah, dimana pemangkasan dibutuhkan hanya untuk menghilangkan tangkai yang mati atau rusak. Jarang ada hama atau penyakit yang mengganggu tanaman ini.

Ada dua jenis pohon tabebuya yang populer sebagai tanaman hias pekarangan. Tabebuya kuning yang pohonnya besar mencapai tinggi 8 meter dan Tabebuya merah muda (Handroanthus impetiginosus atau Handroanthus heptaphyllus). (mat)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •