free page hit counter

Alias Wello: Pemimpin Itu yang Dipegang Ucapannya…

TANJUNGPINANG (suarasiber) – Sejumlah pihak mulai menggiring isu negatif tentang Alias Wello (AWe) Bupati Lingga, karena akan maju ke Pilkada Bintan 2020. Padahal, AWe bukan orang baru di Bintan.

Dia sudah maju di Pilkada Bintan 2005 bersama Andi Masdar Parenrengi. Pada Pilkada itu, pasangan ini kalah dari pasangan Ansar Ahmad – Mastur Taher.

Namun, pasangan ini menang telak di Kecamatan Tambelan dan di Tanah Merah, Penaga, Bintan. Begitu telaknya hingga AWe disebut sebagai “Bupati Tanah Merah.”

“Waktu itu kawan-kawan manggil kite Bupati Tanah Merah,” kata AWe dalam perbincangan dengan suarasiber.com, Kamis (16/1/2020).

AWe tertawa lepas saat menyebut kalimat tersebut. Kini, 14 tahun kemudian, AWe maju lagi ke Pilkada Bintan 2020. Mengejutkan sejumlah pihak. Sekaligus menandai dimulainya kampanye negatif tentang AWe.

Salah satunya menyebutkan AWe bermasalah memimpin di Lingga. Sehingga, dia maju ke Bintan. Padahal, selama kepemimpinannya bersama M Nizar, AWe membuat wajah Lingga berubah drastis ke arah yang lebih baik.

Dan, yang sangat jelas, adalah ucapannya hanya sesaat setelah dilantik jadi Bupati Lingga. Bahwa, AWe hanya akan memimpin Lingga untuk satu periode.

AWe sadar sepenuhnya dengan ucapannya saat itu. Dan, sadar sepenuhnya dengan peribahasa, “Pemimpin Itu yang Dipegang Ucapannya.”

Dan, kini, AWe membuktikannya ucapannya, bahwa dia hanya memimpin Kabupaten Lingga untuk satu periode.

“Tahu, kok. Pemimpin itu yang dipegang ucapannya. Kita buktikan itu,” tegas AWe.

Sosok yang rendah hati dan sederhana ini memang tidak termasuk tipe pemimpin “tarsok” alias sebentar besok. Apapun yang diucapkannya akan dilaksanakannya.

Hal itu terkait dengan sosoknya yang agamis. Walau pun AWe nyaris tak pernah mengenakan gamis atau bergaya ala orang di jazirah Arabia. Dan, lebih sering mengenakan celana jins serta kaus saat perjalanan dinas.

Dalam beberapa kali kesempatan berjalan jauh dengannya, suarasiber.com menyaksikan langsung sosoknya yang agamis itu.

Bahkan di pesawat pun AWe tetap melaksanakan salat wajib. Dan, mengambil wudhu dengan bertayamum. Begitu juga saat di atas kapal feri atau speedboat yang tengah melaju kencang.

Semua perbuatan tercela yang dilarang di pasal 7 ayat (2) huruf j UU No 10 Tahun 2016 dan agama, yakni judi, minuman keras, narkoba dan zina, tidak satupun yang didekati. Apalagi dilakukan. Bahkan, merokok pun tidak.

AWe sendiri tak begitu peduli dengan kampanye negatif yang kini mulai menyerang dirinya. Baginya, yang terpenting adalah berbuat semaksimal mungkin saat dipercaya untuk memimpin.

Itu juga yang membuatnya tak begitu peduli dengan dana perjalanan dinasnya sebagai Bupati Lingga. Meski itu adalah haknya yang sudah diatur UU. Alasannya, karena Lingga perlu dana besar untuk membangun. (mat)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •