free page hit counter

Hadiri Khitanan Massal, Isdianto Cerita Toreh Getah

Loading...

BINTAN (suarasiber) – Sebanyak 100 anak-anak dari Kecamatan Bintan Utara, Seri Kuala Lobam dan Teluk Sebong mengikuti khitanan massal di Masjid Besar Baitul Makmur Tanjunguban, Bintan Utara, Rabu (25/12). Bakti sosial ini disponsori tim medis dari RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri, dr Syamsurizal dan RSUD Engku Haji Daud, Tanjunguban.

Dokter Syamsurizal mengatakan, sebanyak 16 tim medis berpengalaman melayani pelaksanaan khitanan massal. Jumlah tim medis yang diturunkan ini membuat khitanan massal hanya berlangsung singkat.

“Dari 100 anak yang dikhitan hari ini, selesai hanya setengah hari. Sekali khitan bisa 8 anak ditangani,” jelas dr Syamsurizal.

Plt Gubernur Kepri H Isdianto hadir dalam kegiatan ini. Ia pun memberikan semangat dan motivasi kepada anak-anak agar optimis menatap masa depan.

“Anak-anak merupakan harapan kita semua dalam menyongsong hari esok yang harus lebih baik daripada hari ini. Mereka harus sukses dan lebih senang daripada kita, sebagai orang tuanya,” kata Isidanto.

Dikisahkan olehnya, saat seumur peserta khitanan massal, ia harus bangun pagi setiap hari. Itulah rutinitasnya, sementara yang harus dilakukannya ialah belajar, memotong karet atau menoreh getah setelah salat subuh.

“Kehidupan saya dulu susah, orang tua saya kerjanya ‘motong getah’ di kebun orang. Bukan kebun milik sendiri. Selepas salat subuh, saya membantu orang tua, ikut memotong getah sebelum berangkat sekolah,” beber Isdianto.

Selesai memotong getah, kata Isdianto, berangkat ke sekolah yang jaraknya berkilo-kilo, dengan berjalan kaki, bukannya naik sepeda atau diantar orang tua dengan sepeda motor.

khitanan massal
Isdianto, tim dokter dari RSUD Raja Ahmad Tabib dan Engku Haji Daud Provinsi kepri berfoto bersama beberapa peserta khitanan massal. Foto – humas kepri

“Kehidupan kalian lebih baik daripada kehidupan masa kecil bapak, karena itu kalian harus lebih sukses,” Isdianto meyakinkan anak-anak.

Menurut Isdianto, anak-anak Kepri harus tumbuh dengan keunggulan-keunggulan. Karena mereka yang akan membangun daerah ini menjadi lebih maju, bisa memenangkan persaingan dengan negara tetangga. Dia pun berharap orang tua terus memberi motivasi dan semangat supaya anak-anak giat belajar.

Sementara itu beberapa tim medis yang terlibat dalam kegiatan khitanan massal ini mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menyelenggarakannya.

Pertama soal ruangan yang digunakan. Saat ini penyelenggaraan khitanan massal tak melulu dilakukan di bawah tenda di lapangan, melainkan di ruang gedung atau kantor. Hal ini tentu saja lebih bersih, selain alat dan petugasnya juga bersih.

Ruangan yang digunakan seyogyanya cukup luas untuk ruang gerak tim medis bergerak. Ruangan lapang juga memberikan kesan lebih ramah kepada anak-anak yang dikhitan. Ruang yang sempit kesannya sumpek dan kurang bersehabat. Sementara anak-anak pasti lebih nyaman dengan suasana ruang yang lapang serta penerangan yang cukup.

Orang tua peserta khitanan massal juga diimbau untuk membantu memberikan penjelasan kepada anak-anak mereka. Salah satunya ialah memberikan penjelasan sederhana bahwa dikhitan itu tak sakit, hanya terasa agak sakit saat pemberian anastesi dengan disuntik.(mat)

Bagikan berita
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...