Sabtu, 29 November 2025

Warga Tionghoa Tanjungpinang Lestarikan Festival Kue Bulan

Tayang:


TANJUNGPINANG (suarasiber) – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Tanjungpinang, Surjadi menyampaikan presiasinya kepada warga Tionghoa terkait penyelenggaraan Festival Kue Bulan (Moon cake festival) di Jalan Merdeka, Pasar Kota Lama, Tanjungpinang, Sabtu (14/9/2019).

Menurut Surjadi, fasilitas yang diberikan untuk penyelenggaraan festival ini relatif kecil. Namun berkat kebersamaan warga Tionghoa bisa menjadi festival sebesar ini.

“Kota Tanjungpinang adalah kota sejarah Melayu yang lengkap seperti peninggalan kerajaan, Pecinan dan peninggalan kolonialisme. Masih banyak yang harus kita gali kebudayaan dari masyarakat Tionghoa seperti Opera Cina dengan dukungan para tokoh agar dapat dinikmati oleh warga Tanjungpinang di masa yang akan datang,” kata Surjadi.


Festival Kue Bulan merupakan kegiatan yang ditaja Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Pariwisata bersama Komunitas Tionghoa.

Festival Pertengahan Musim Gugur atau juga dikenal dengan nama Festival Kue Bulan ini merupakan salah satu festival terpenting yang dirayakan pada hari ke-15 bulan delapan kalender Tionghoa yang jatuh pada minggu kedua di bulan September.

Malam pertama festival ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma, senator Senayan, DPRD Tanjungpinang, pimpinan OPD, pengurus Walubi, pengurus PSMTI serta tokoh Tionghoa dan majelis Konghuchu.

Fengky Fesinto mewakili Frengky selaku Ketua PSMTI berterima kasih kepada pemerintah yang telah mengangkat kebudayaan Tionghoa dengan terselenggaranya acara festival ini. Ada harapan ke depan bisa dijadikan agenda tahunan.

festival kue bulan 2
Pejabat Pemko Tanjungpinang dan tokoh Tionghoa. Foto – machfut/suarasiber

Sementara Hj Rahma mengutarakan kegembiraannya karena festival seperti ini masih tetap dilestarikan. Sehingga warga dan turis yang datang bisa menyaksikan dan menikmati makanan khas Tionghoa serta hiburan lainnya.

“Acara seperti ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai upaya penguatan budaya lokal sebagai jati diri masyarakat, mengingat kuatnya pengaruh arus globalisasi yang berdampak positif maupun negatif.Terima kasih kepada panitia yang membuat acara ini besar,” ungkapnya. (mft)

Loading...

BAGIKAN BERITA INI

spot_img

Update

spot_img

BACA JUGA
Berita lainnya

UMKM Bangkit! Desa Ekang Anculai Sajikan Festival Kuliner Tradisional dan Pawai Budaya 2025

Salah satu objek wisata di Ekang Anculai. Foto - Istimewa via Instagram travel_tanjungpinang

Kemenpar Siapkan Peluncuran Indonesia Tourism Outlook 2025/2026

Suarasiber.com (Jakarta) — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama sejumlah lembaga...

3.000 Pelari Ramaikan Mandiri Bintan Marathon 2025 di Lagoi Bay, 7 – 9 November

Suarasiber.com (Bintan) – Event Mandiri Bintan Marathon 2025 siap...

Bintan Exotica Resort by Waringin Hospitality Surga Tropis dengan Sentuhan Modern, Destinasi Liburan Eksklusif di Ujung Utara Bintan

Suarasiber.com,(Bintan) – Jika Anda mendambakan liburan yang memadukan keindahan...